Jangan Sampai Kena Tipu, Simak 4 Cara Hindari Penipuan Visa Ini
Ilustrasi visa, pengajuan visa. (FREEPIK/FREEPIK)
13:28
23 Januari 2026

Jangan Sampai Kena Tipu, Simak 4 Cara Hindari Penipuan Visa Ini

Proses pengajuan visa kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Modus penipuan visa umumnya diikuti dengan iming-iming proses instan, biaya murah, dan klaim visa pasti lolos.

"Kami mengimbau para wisatawan untuk mengajukan permohonan visa sesegera mungkin. Pengajuan visa yang mepet tidak hanya berisiko menyebabkan keterlambatan, tetapi juga membuat para pemohon lebih rentan terhadap oknum penipu yang memanfaatkan situasi darurat," kata Chief Operating Officer VFS Global untuk wilayah Australasia, China, and RCIS, Simon Peachey.

Menjelang puncak musim liburan, sebagai agen resmi kedutaan yang mengelola aplikasi visa bagi 24 pemerintah luar negeri di Indonedsia, VFS Global mengungkapkan cara menghindari penipuan visa berikut ini.

VFS Global telah melayani 24 lembaga pemerintah luar negeri di Indonesia, diantaranya Austria, Bulgaria, Kanada, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Jerman, Hungaria, Italia, Jepang, Arab dan Saudi.

Selanjutnya Latvia, Malta, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Singapura, Swedia, Swiss, Belanda, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Ukraina.

Layanan ini tersedia melalui jaringan 45 pusat pengajuan visa di lima kota, yakni Bali, Jakarta, Makassar, Medan, dan Surabaya.

Cara menghindari penipuan visa

1. Ajukan permohonan visa jauh-jauh hari

Setelah memesan tiket pesawat dan akomodasi negara tujuan, sebaiknya segera ajukan permohonan visa seawal mungkin.

"Perlu diingat bahwa pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, permohonan visa dapat lebih ramai atau lebih sepi untuk negara tujuan tertentu," kata Simon dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Misalnya, berdasarkan data VFS Global, permintaan visa wisata ke Eropa biasanya melonjak jelang musim panas, sekitar bulan Maret dan April setiap tahunnya.

Itu sebabnya, disarankan mengajukan permohonan visa seawal mungkin, yaitu sekitar 180 hari atau enam bulan sebelum keberangkatan.

Dengan demikian, pemohon visa tidak perlu tergesa-gesa dan dapat terhindar dari modus penipuan visa.

2. Jangan mudah tergiur jaminan visa diterima

Chief Operating Officer VFS Global untuk wilayah Australasia, China, and RCIS, Simon Peachey,  dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Selasa (20/1/2026).Kompas.com/Krisda Tiofani Chief Operating Officer VFS Global untuk wilayah Australasia, China, and RCIS, Simon Peachey, dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Simon mengatakan, dengan terus meningkatnya perjalanan ke luar negeri dari Indonesia, permintaan janji temu untuk membuat visa juga semakin tinggi.

Sayangnya, peningkatan permintaan visa kerap menjadi celah bagi sejumlah oknum untuk melakukan penipuan.

Perlu diketahui bahwa permohonan visa bisa saja ditolak. Sebagai penyedia jasa layanan visa, VFS Global memastikan bahwa keputusan untuk penerimaan, penolakan, hingga waktu pemrosesan visa, tidak bisa dipengaruhi oleh siapa pun, termasuk pihak ketiga.

Keputusan pengajuan visa diterima atau ditolak sepenuhnya berada di tangan kedutaan besar atau konsulat yang bersangkutan.

Jadi, sebaiknya hati-hati bila menemui oknum yang menjanjikan kepastian permohonan visa.

"Penipu ini mungkin menyamar sebagai karyawan atau rekan kedutaan besar dan menjual janji temu atau mengeluarkan surat janji temu palsu," ujar Simon.

3. Jangan asal transfer biaya visa

Selanjutnya, Simon mengimbau pemohon visa untuk tidak sembarang melakukan pembayaran visa ke rekening bank pribadi atau melalui tautan tidak resmi.

Jika pemohon diminta untuk melakukan pembayaran ke rekening pribadi untuk mempercepat
proses permohonan visa, terdapat indikasi pemohon berinteraksi dengan penipu. 

"Tidak ada pihak ketiga mana pun yang dapat menjamin persetujuan visa selain perwakilan diplomatik," tegas dia.

Bila ingin mengurus visa melalui VFS Global, perlu dicatat bahwa pendaftaran dapat dilakukan secara langsung melalui situs web resmi www.vfsglobal.com atau portal pemerintah.

Semua pembayaran hanya terjadi melalui situs resmi VFS Global atau melalui Pusat
Permohonan Visa (Visa Application Centre).

Untuk mengajukan permohonan visa ke beberapa negara, pemohon dapat dikenakan biaya layanan nominal yang harus dibayarkan di muka. 

4. Pelajari tahapan membuat visa

Sebelum memulai pengajuan visa, pelajari langkah-langkah membuat visa demi menghindari penipuan. Sampai saat ini, Simon mengatakan bahwa penipuan terkait visa terus terjadi secara global.

Untuk mengatasi masalah ini, VFS Global terus aktif mengedukasi masyarakat guna mengurangi insiden penipuan melalui kampanye kesadaran global bertajuk #DoNotFallForFraud.

Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang cara mengidentifikasi dan menghindari risiko tersebut.

"Pemohon visa diharapkan tetap berhati-hati dan selalu menggunakan saluran resmi untuk mengajukan permohonan yang akurat," kata Simon.

Apa yang harus dilakukan bila menjadi korban penipuan visa?

Jika pemohon menjadi korban penipuan visa atau imigrasi, segera laporkan ke pihak kepolisian.

Khusus pemohon visa yang mengajukan aplikasi via VFS Global, kemudian dihubungi oleh pihak yang menawarkan pertemuan visa atau mengklaim memiliki akses khusus, segera laporkan hal tersebut kepada VFS Global dengan mengakses situs ini https://secure.ethicspoint.eu/domain/media/en/gui/108559/index.html.

Pemohon juga dapat mengunjungi laman sumber daya anti-penipuan VFS Global melalui tautan https://www.vfsglobal.com/en/donotfallforfraud/ untuk mempelajari lebih lanjut informasi penipuan sebagai upaya melindungi diri dan orang-orang terdekat.

Tag:  #jangan #sampai #kena #tipu #simak #cara #hindari #penipuan #visa

KOMENTAR