Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah? Ini 3 Alasan Utamanya!
Warga memilih pakaian dan pernak pernik menjelang Tahun Baru Imlek di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
15:28
27 Januari 2026

Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah? Ini 3 Alasan Utamanya!

Perayaan Imlek atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, dalam kalender Masehi diperingati pada tanggal 17 Februari 2026.

Perayaan Tahun Baru Imlek sejatinya bukanlah sebuah perayaan untuk agama tertentu, melainkan untuk semua masyarakat keturunan Tionghoa yang mengandalkan kalender lunar sebagai acuan. 

"Seluruh umat keturunan Tionghoa atau menjalankan tradisi Chinese, mereka merayakan (Tahun Baru Imlek), apapun agamanya," kata Ketua Umum Niciren Syosyu Indonesia (NSI) Suhadi Sendjaja dikutip dari Kompas.com (20/12/2023). 

Momen perayaan Tahun Baru Imlek setiap tahun identik dengan pemasangan ornamen khas China berupa lampion di rumah dan tempat ibadah, mengenakan baju berwarna merah, hingga melihat pertunjukkan barongsai. 

Tidak lupa alunan musik tradisional khas China yang turut memeriahkan perayaan menyambut Tahun Baru Imlek.

Warna merah, selalu menjadi warna yang mendominasi saat perayaan Imlek. Entah itu dipasang sebagai warna ornamen, ataupun warna pakaian yang dikenakan. 

Pemilihan warna merah untuk perayaan Imlek memiliki makna tersendiri, apa itu?

Baca juga: Rayakan Imlek 2026 dengan Cara Beda: Naik Kereta Gantung 5,7 Kilometer ke Puncak Bukit

Alasan Imlek identik dengan warna merah

Dikutip dari Kompas.com (8/1/2023), orang Tionghoa menganggap merah adalah warna yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. 

Sehingga merah dipilih sebagai warna yang menghiasi Tahun Baru Imlek.

Menurut tradisi Tionghoa, ada tiga warna yang dianggap sebagai warna keberuntungan, yakni warna merah, kuning, dan hijau.  

Warna tersebut berasal dari Teori Lima Elemen China, yakni merah melambangkan api, warna kuning melambangkan bumi, warna hijau atau biru melambangkan kayu, warna putih melambangkan logam, dan warna hitam melambangkan air.

Ragam pernak pernik menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Ragam pernak pernik menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).

Warna merah juga merupakan warna tradisional Han, yakni sebutan untuk kelompok etnis yang mendominasi di Tiongkok.  

Orang Han percaya warna merah melambangkan nasib baik, keberuntungan, vitalitas, perayaan, dan kemakmuran.

Menambahkan dari Kompas.com (31/12/2025), tahun 2026 dalam kalender Tionghoa adalah tahun Shio Kuda. 

Jika 2025 dianggap sebagai fase menata ulang dan merenung, maka 2026 sering dipandang sebagai waktu untuk bertindak dan mengambil risiko.

Baca juga: 5 Fakta Perayaan Cap Go Meh yang Jatuh pada Hari ke-15 Imlek

Dalam kalender lunar Tionghoa, pergantian shio kerap dimaknai sebagai perubahan ritme dan fase kehidupan. 

Masuknya Tahun Kuda Api menandai peralihan menuju periode yang lebih aktif dan bergerak cepat. Perayaan Tahun Baru Imlek sendiri dikenal juga sebagai Spring Festival, yang berlangsung sekitar 16 hari. 

Kuda Api sering digambarkan sebagai simbol pergerakan dan keberanian, yang mendorong individu untuk lebih responsif terhadap peluang serta beradaptasi dengan perubahan.6-shio-kuda-api-ini-maknanya.

Tag:  #mengapa #imlek #identik #dengan #warna #merah #alasan #utamanya

KOMENTAR