10 Hal Tersembunyi Ini Bikin Baterai Ponsel Boros, Coba Cek
- Pernah merasa baterai ponsel pintar Anda cepat habis? Mungkin penyebabnya bukan karena baterai bermasalah, melainkan sejumlah ada hal tersembunyi alias proses background yang terus berjalan.
Proses background merupakan aktivitas aplikasi atau sistem yang tetap berjalan meski ponsel sedang tidak digunakan. Aktivitas ini mencakup pembaruan aplikasi, sinkronisasi data, hingga pemindaian sistem.
Nah berbagai aktivitas tersebut, secara tidak langsung dapat memicu sejumlah masalah pada ponsel, termasuk menghabiskan memori, membuat perangkat terasa berat, hingga baterai terkuras lebih cepat dari yang seharusnya.
Baca juga: Trik Pakai Google Maps Tanpa Internet biar Hemat Baterai
Lalu, apa saja jenis proses background yang paling sering membuat baterai HP cepat habis? Berikut rinciannya.
1. Auto update aplikasi
Auto update di ponsel bisa mengakibatkan daya baterai terkuras lebih cepat.
Banyak aplikasi yang mengaktifkan pembaruan (update) otomatis secara default tanpa sepengetahuan pengguna. Saat proses ini berjalan, sistem akan memeriksa dan mengunduh file baru di latar belakang.
Tanpa disadari, aktivitas tersebut bisa memakan memori dan sumber daya sistem. Bayangkan jika beberapa aplikasi melakukan pembaruan secara bersamaan, maka perangkat bisa terasa lebih lemot dan kurang responsif.
2. Sinkronisasi data (sync)
Data sync yang terus berjalan di latar belakang mampu membuat baterai ponsel habis lebih cepat dan perangkat jadi terasa lemot.
Aplikasi yang menyinkronkan foto, file, email, atau kontak memang membantu menjaga data tetap update. Namun, proses sinkronisasi yang terus berjalan di latar belakang tanpa notifikasi khusus ini juga memberi efek buruk.
Ketika file yang disinkronkan berukuran besar, penggunaan memori dan kerja prosesor jadi meningkat. Dampaknya, perangkat ponsel jadi terasa berat meskipun hanya membuka aplikasi atau scrolling biasa.
3. Aplikasi cloud
Aplikasi cloud yang berjalan di latar belakang secara diam-diam bisa menguras daya baterai perangkat lebih cepat.
Layanan colud umumnya langsung aktif begitu perangkat dinyalakan. Aplikasi ini memantau folder, menyalin file, dan membantu menjaga data agar tetap sinkron dengan server.
Baca juga: Tanpa Disadari, Ini 7 Hal yang Bikin Baterai Laptop Cepat Boros
Meski tidak terlihat secara langsung, aktivitas tersebut ternyata bisa menyedot memori dan siklus CPU. Mengatur ulang aplikasi cloud agar tidak otomatis berjalan di background menjadi salah satu cara untuk meningkatkan performa perangkat.
4. Helper tools
Helper tools yang berjalan terus menerus dapat menguras kecepatan dan daya baterai perangkat.
Beberapa perangkat memiliki aplikasi pendamping untuk printer, media, atau game. Aplikasi ini biasanya berjalan terus menerus untuk memeriksa pembaruan atau menjaga layanan tetap aktif.
Karena jarang digunakan, helper tools kerap terlupakan. Padahal, aktivitas kecil yang berjalan terus menerus ini dapat menguras kecepatan dan daya baterai perangkat.
5. Aplikasi pesan dan email
Cara bikin alamat email Gmail baru lewat HP
Aplikasi chat dan email aktif berjalan di latar belakang. Mereka memeriksa server, mengunduh pesan, dan mengirim notifikasi. Meski berguna, aktivitas ini mengonsumsi memori dan daya yang besar.
Semakin banyak aplikasi, artinya semakin besar "perebutan" sumber daya sistem. Akibatnya performa perangkat bisa menurun tanpa disadari pengguna.
6. Search indexing
Ilustrasi fitur Personal Intelligence di AI Mode Google Search
Beberapa sistem melakukan indexing file agar fitur pencarian bekerja lebih cepat. Proses ini membuat perangkat terus memindai, memperbarui daftar file, dan memastikan semuanya tercatat.
Meski manfaatnya besar, indexing tetap membutuhkan kerja prosesor dan memori yang besar. Dampak ini biasanya baru terasa saat perangkat mulai melambat terutama saat melakukan beban kerja tinggi.
Baca juga: Apa Saja Perangkat Elektronik di Rumah yang Boros Listrik? Ini Daftarnya
7. Backup otomatis
Ilustrasi backup
Sama seperti aplikasi cloud, backup otomatis berjalan di latar belakang pada waktu tertentu tanpa pemberitahuan. Sistem ini akan menyalin, mengompres, dan menyimpan file secara berkala.
Jika file yang diproses berukuran besar, kecepatan sistem bisa turun cukup signifikan. Meski perangkat tidak sedang digunakan secara aktif pun, daya baterai dapat terkuras lebih cepat dari yang seharusnya.
8. Pemindaian keamanan
Keamanan dana di Krom Bank merupakan prioritas utama perusahaan untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Aplikasi antivirus atau anti-malware menjalankan pemindaian latar belakang untuk menjaga sistem tetap aman. Proses ini mencakup pemeriksaan file dan folder di perangkat ponsel secara menyeluruh.
Walau penting, pemindaian keamanan membutuhkan memori dan prosesor. Artinya, jika berjalan terus menerus maka perangkat bisa terasa lebih lambat dan daya baterai cepat habis terutama saat ponsel sedang menjalankan aplikasi.
9. Add-on dan browser helper
Ilustrasi tampilan browser Google Chrome.
Add-on dan browser helper biasanya aktif sejak browser dijalankan. Beberapa di antaranya bahkan tetap menjalankan tugas-tugas kecil meski laman sudah ditutup.
Baca juga: 7 Tips Pakai AC agar Hemat Listrik dan Tagihan Tidak Boros
Aktivitas ini tentu bisa menghabiskan memori dan memperlambat waktu startup sistem. Solusi yang bisa dilakukan adalah mengatur dan mengurangi jumlah add-on yang tidak diperlukan, sehingga performa perangkat bisa kembali normal.
10. Layanan media
Ilustrasi platform streaming musik Spotify.
Aplikasi pemutar musik dan layanan streaming diam-diam menjalankan proses background untuk melakukan pembaruan, sinkronisasi playlist, atau pemindaian pustaka media.
Meski tidak sedang memutar musik atau video, layanan ini tetap menggunakan memori dan prosesor perangkat. Karena bekerja terus menerus, perangkat jadi terasa kurang responsif saat digunakan dan menguras daya baterai ponsel lebih cepat.
Perlu dikelola, bukan dimatikan semua
Adapun 10 proses background yang bisa menyebabkan baterai HP lebih cepat habis di atas tidak berarti harus dimatikan sepenuhnya. Sebagian proses tetap dibutuhkan untuk menjaga keamanan, sinkronisasi data, dan kenyamanan penggunana.
Pengguna yang dapat dilakukan oleh pengguna ponsel adalah mengelola aplikasi yang berjalan di latar belakang, membatasi pembaruan otomatis, serta mematikan layanan yang jarang digunakan.
Dengan begitu, konsumsi daya baterai bisa lebih terkontrol dan performa ponsel tetap optimal saat digunakan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizchina.