PSI Tetapkan Jokowi sebagai Tokoh Utama Kampanye
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tiba di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/1/2026) malam. (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
10:10
31 Januari 2026

PSI Tetapkan Jokowi sebagai Tokoh Utama Kampanye

- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi menetapkan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai tokoh utama dalam setiap kampanye PSI.

"Untuk kampanye, DPP telah menetapkan Pak Jokowi sebagai tokoh utama, Pak Jokowi sebagai figur utama kita, sebagai panutan partai ini," kata Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, membacakan kesimpulan hasil Rakernas PSI di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Jokowi Pidato di Rakernas PSI Hari Ini, Sosok Mr J yang Jadi Ketua Dewan Pembina?

Ali menjelaskan, penetapan ini dilakukan bukan semata-mata karena Jokowi pernah menjadi Presiden.

Menurutnya, PSI memilih Jokowi karena ayah Kaesang Pangarep tersebut merupakan teladan sekaligus patron politik.

"Maka Rakernas memandang bahwa perlu dan wajib untuk menjadikan kita mengkapitalisasi figur seorang Jokowi untuk bisa membantu menaikkan elektoral partai ini. Dengan cara: Di setiap kantor Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Pimpinan Daerah, dan Dewan Pimpinan Cabang wajib memasang foto atau baliho dari Pak Jokowi Widodo," jelasnya.

"Dan ini juga sekaligus meletakkan tanggung jawab yang kuat kepada seluruh kader partai PSI. Kalau kita memanfaatkan berfoto beliau yang kita yakini bisa membantu perolehan atau menaikkan suara partai, maka di dalamnya berbanding lurus dengan tanggung jawab kader yaitu menjaga kehormatan daripada Bapak Joko Widodo," sambung Ali.

Baca juga: Mobil Mewah PSI Ramai-ramai Kawal Jokowi ke Arena Rakernas di Makassar

Jaga kehormatan Jokowi

Selanjutnya, Ali menyampaikan bahwa seluruh kader PSI diwajibkan menjaga kehormatan dan nama baik Jokowi.

Dia meminta mereka setidaknya menjaga Jokowi di media sosial.

"Jadi setiap hari harus ada postingan yang positif tentang Bapak Joko Widodo. Setidak-tidaknya men-declare-kan kembali program-program kerakyatan yang pernah dirasakan, yang pernah dilakukan oleh Pak Joko Widodo ketika beliau masih menjabat Presiden," paparnya.

"Sehingga nanti biar masyarakat yang akan mengkomparasi nanti, enakkan zaman mana menjadi Presiden. Zaman yang SBY, Megawati, atau zaman Pak Joko Widodo. Biar masyarakat, kita tidak boleh mewakili masyarakat karena ini menyangkut rasa yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Ali.

Tag:  #tetapkan #jokowi #sebagai #tokoh #utama #kampanye

KOMENTAR