Belanja Pemerintah Tembus Rp 826 Triliun, Didorong MBG hingga Bansos
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 826 triliun hingga 30 April 2026.
Angka tersebut setara 26,2 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 3.149,7 triliun.
Realisasi belanja itu tumbuh 51,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 546,7 triliun.
“Jadi, kami ingin melihat belanja pemerintah terjadi merata sepanjang tahun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Purbaya Sebut Pemerintah Akan Kembali Efisiensikan Anggaran MBG
Secara perinci, realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 400,5 triliun atau 26,5 persen dari pagu Rp 1.510,5 triliun.
Belanja K/L tercatat tumbuh 57,9 persen, terutama ditopang program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial (bansos), dan pembayaran tunjangan hari raya (THR).
Salah satu komponen terbesar berasal dari belanja pegawai yang terealisasi Rp 126,9 triliun atau 35,4 persen dari target APBN.
Angka tersebut tumbuh 24,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Kenaikan belanja pegawai didorong pengangkatan 355 ribu aparatur sipil negara (ASN) baru, pembayaran THR bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan, serta percepatan pembayaran tunjangan pendidik non-PNS.
Sementara itu, belanja barang melonjak hingga 130 persen menjadi Rp 164,2 triliun atau 23,3 persen dari target APBN.
Lonjakan tersebut terutama berasal dari pelaksanaan program MBG hingga April terealisasi Rp 75 triliun, insentif biodiesel Rp 9,2 triliun, dan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 4,8 triliun.
Di sisi lain, realisasi belanja modal mencapai Rp 52,6 triliun atau 18,5 persen dari target APBN.
Angka itu tumbuh 43,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja modal digunakan untuk mendukung konektivitas dan ketahanan pangan melalui sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 12 triliun, Polri Rp 19,5 triliun, Kejaksaan Rp 4 triliun, serta Kementerian Pertahanan Rp 10,8 triliun.
Adapun penyaluran bansos mencapai Rp 56,7 triliun atau 34,9 persen dari target APBN, tumbuh 30,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Dana bansos tersebut disalurkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 12,9 triliun kepada 9,7 juta keluarga penerima manfaat (KPM), Kartu Sembako Rp 16,7 triliun untuk 17,5 juta KPM, serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) Rp 15,4 triliun untuk 96,7 juta jiwa.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) Rp 1,4 triliun kepada 2,9 juta siswa dan KIP Kuliah Rp 8,1 triliun untuk 863,3 ribu mahasiswa.
Baca juga: Purbaya Bantah Ada Kuota Pencairan Restitusi Pajak: Kalau Ngaco-ngaco Ditahan Dulu...
Tag: #belanja #pemerintah #tembus #triliun #didorong #hingga #bansos