IDF Cegat Seluruh Armada Global Sumud, 430 Aktivis Dibawa ke Israel
Para pendukung dan aktivis rombongan kapal Global Sumud Flotilla berkumpul di pelabuhan Sidi Bou, Tunisia, menjelang keberangkatan armada ke Gaza pada 10 September 2025.(AFP/FETHI BELAID)
11:18
20 Mei 2026

IDF Cegat Seluruh Armada Global Sumud, 430 Aktivis Dibawa ke Israel

- Global Sumud Flotilla (GSF) mengatakan, pasukan Israel kini telah menghentikan seluruh kapal yang ikut serta dalam misi kemanusiaan untuk mematahkan pengepungan Israel di Jalur Gaza.

“Semua kapal telah dicegat,” tulis Global Sumud Flotilla dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (20/5/2026). 

“Kami sedang menunggu informasi lebih lanjut tentang penculikan ilegal mereka,” sambungnya.

Menurutnya, militer Israel mengirimkan armada angkatan laut yang lengkap untuk mencegat konvoi yang terdiri dari lebih dari 50 kapal.

Baca juga: 10 Kapal Global Sumud Flotilla Lolos dan Berlayar ke Gaza, 41 Ditahan Israel

430 aktivis dibawa ke Israel

Sementara, pihak berwenang Israel menuturkan, 430 aktivis yang berada di atas armada bantuan kini sedang dalam perjalanan ke Israel.

"Konvoi aktivis PR lainnya telah berakhir," kata seorang juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Israel, dikutip dari AFP, Rabu.

"Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," lanjutnya.

Baca juga: PBB Tekan Israel Bebaskan 2 Aktivis Global Sumud Flotilla

Diketahui, Israel bersikap tegas menolak rombongan kapal tersebut.

Melalui media sosial X pada Senin (18/5/2026), Kemenlu Israel menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokade laut di Gaza. 

Tak hanya itu, Israel juga melayangkan peringatan keras dan melabeli misi tersebut sebagai sebuah aksi provokasi. 

Baca juga: Eropa Membara, Ribuan Warga Marah Israel Serbu Armada Global Sumud Flotilla

WNI dan jurnalis Indonesia turut ditahan

Andi Angga Prasadewa, relawan kemanusiaan asal Luwu, dikabarkan menjadi salah satu relawan yang ditahan pasukan Israel saat kapal Global Sumud Flotilla menuju Gaza di perairan Mediterania Timur. Ayah korban Andi Hamzah di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menunggu kabar pasti pada Selasa (19/5/2026) malam.KOMPAS.com/MUH. AMRAN AMIR Andi Angga Prasadewa, relawan kemanusiaan asal Luwu, dikabarkan menjadi salah satu relawan yang ditahan pasukan Israel saat kapal Global Sumud Flotilla menuju Gaza di perairan Mediterania Timur. Ayah korban Andi Hamzah di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menunggu kabar pasti pada Selasa (19/5/2026) malam.

Di antara ratusan orang yang ditahan oleh pihak Israel, ada 9 warga negara Indonesia, termasuk jurnalis Tempo dan Republika.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut pembebasan segera bagi seluruh awak serta kapal yang ditahan di sekitar perairan Siprus.

"Kami mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan," jelas Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang.

Media Republika mengonfirmasi keberadaan dua jurnalis mereka dalam misi tersebut, dan menyatakan bahwa intersepsi ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Baca juga: Militer Israel Kembali Cegat Armada Global Sumud Flotilla yang Angkut 500 Aktivis ke Gaza

“Dalam rombongan, terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Andi dalam unggahan Instagram Republika. 

Ia juga mengecam tindakan militer Israel yang melakukan intersepsi terhadap kapal bantuan kemanusiaan tersebut. 

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” ujarnya.

Media Tempo juga mengonfirmasi bahwa jurnalisnya adalah salah satu dari sembilan WNI yang terdampak intersepsi Israel.

Tag:  #cegat #seluruh #armada #global #sumud #aktivis #dibawa #israel

KOMENTAR