Dedi Mulyadi Kesal Dengan Kebohongan Pedagang Es Gabus Viral, Sosiolog UGM Beri Pembelaan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
09:56
31 Januari 2026

Dedi Mulyadi Kesal Dengan Kebohongan Pedagang Es Gabus Viral, Sosiolog UGM Beri Pembelaan

- Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) AB. Widyanta membantah pernyataan KDM yang menilai kebohongan pedagang es kue viral, Suderajat semata-mata sebagai persoalan moralitas personal. Menurutnya, cara pandang tersebut terlalu menyederhanakan persoalan dan mengaburkan kegagalan negara dalam melindungi warganya secara struktural.

“Alih-alih memperbaiki sistem dan menjaga mekanisme perlindungan terhadap seluruh warga negara, persoalan-persoalan itu dialihkan ke ruang moral publik. Hingga urban kembali dibebani tanggung jawab atas etis, tentang etika, atas cara ia berkaitan hidup itu,” ujar Widyanta saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (30/1).

Dari sudut pandang sosiologi, dia menjelaskan bahwa relasi kuasa yang muncul dalam kasus tersebut justru mencerminkan bagaimana negara gagal hadir secara struktural. Empati publik kemudian berfungsi sebagai pengganti sementara dari tanggung jawab institusional negara, sehingga persoalan menjadi tidak bisa dipandang secara hitam-putih.

Menurut Widyanta, ruang publik saat ini telah termeditisasi oleh media dan media sosial yang membentuk apa yang disebut sebagai ekonomi atensi. Dalam kondisi tersebut, viralitas sering kali menggeser fokus dari akar persoalan ke penilaian moral individu.

Widyanta menilai fenomena ini sebagai krisis pengelolaan keadilan dalam masyarakat berbasis tontonan. Oleh karena itu, persoalan ini tidak bisa disederhanakan menjadi soal mentalitas atau etika personal semata, melainkan harus diarahkan pada cara kekuasaan bekerja, bagaimana media membingkai peristiwa, serta bagaimana publik membangun empati.

Widyanta juga menyinggung soal modal simbolik yang muncul dari simpati publik. Dorongan moral untuk membantu kerap menghasilkan dukungan dan donasi, namun dinamika tersebut tidak bisa dilepaskan dari realitas ruang publik digital yang sarat atensi.

“Jadi memang tidak bisa kita menyalahkan si Bapak itu yang tidak jujur. Secara moral bisa saja, tetapi tentu tidak sesimpel itu, karena inilah dinamika sosial ruang publik di era digital,” pungkasnya.

KDM Murka Dibohongi Suderajat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggebrak meja dan marah kepada pedagang es kue, Suderajat, yang viral usai difitnah dan diintimidasi oknum aparat kepolisian dan TNI karena dituding menjual es berbahan spons. Kemarahan KDM ditengarai karena Suderajat berbohong dalam sejumlah penyataannya.

Terbaru adalah terkait dengan tempat tinggalnya yang sebelumnya ia akui masih mengontrak, padahal memiliki rumah sendiri. Ia juga bahkan pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Fakta ini memicu kemarahan KDM yang langsung menggebrak meja dan mempertanyakan kebohongan yang berulang dari Suderajat.

Peristiwa itu terjadi saat KDM menggali kebenaran status tempat tinggal Suderajat melalui pertemuan langsung dengan Ketua RW Suderajat. Ia menyatakan bahwa rumah yang ditempati Suderajat adalah rumah sendiri, bukan kontrakan seperti yang selama ini disampaikan.

“Rumah sendiri, Pak. Tanahnya juga tanah sendiri,” ujar Ketua RW Suderajat di hadapan KDM, dikutip dari kanal YouTube-nya, Jumat (30/1).

KDM yang sejak awal menerima informasi bahwa Suderajat hidup serba kekurangan dan hanya mengontrak rumah, langsung bereaksi keras. Ia menuding Suderajat telah memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta.

“Babeh bilangnya ngontrak, bohong sih! Kenapa bohong terus?” kata KDM dengan nada tinggi sambil memperbaiki posisi duduk.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #dedi #mulyadi #kesal #dengan #kebohongan #pedagang #gabus #viral #sosiolog #beri #pembelaan

KOMENTAR