WHO Menilai Risiko Penyebaran Virus Nipah di Luar India Rendah
Petugas kesehatan bandara memantau penumpang dari penerbangan internasional yang tiba di Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand (25/1) (reuters)
10:03
31 Januari 2026

WHO Menilai Risiko Penyebaran Virus Nipah di Luar India Rendah

- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat (30/1) menyatakan, bahwa risiko penyebaran virus Nipah yang mematikan dari India sangat rendah.   WHO juga menambahkan, bahwa mereka tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan, setelah dua kasus infeksi dilaporkan di India.   Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam termasuk di antara negara di Asia yang memperketat pemeriksaan keamanan bandara minggu ini, untuk mencegah penyebaran virus setelah India mengkonfirmasi adanya kasus infeksi.   "WHO menilai risiko penyebaran infeksi lebih lanjut dari dua kasus ini rendah," kata badan tersebut kepada Reuters.    WHO juga melanjutkan pernyataannya bahwa, India memiliki kapasitas untuk menahan wabah tersebut.   "Belum ada bukti peningkatan penularan dari manusia ke manusia," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan India.   Namun hal itu tidak mengesampingkan kemungkinan terpapar virus lebih lanjut, yang beredar di populasi kelelawar di beberapa bagian India dan negara tetangganya, Bangladesh.   Nipah ditularkan oleh kelelawar buah dan hewan seperti babi, virus ini dapat menyebabkan demam dan peradangan otak.    Tingkat kematiannya berkisar antara 40 persen hingga 75 persen, dan hingga saat ini masih belum ada obatnya, meskipun vaksin yang sedang dikembangkan masih dalam tahap pengujian.   Penyakit ini menyebar ke manusia dari kelelawar yang terinfeksi, atau buah yang terkontaminasi oleh kelelawar tersebut.   Tetapi penularan dari orang ke orang tidak mudah, karena biasanya membutuhkan kontak yang lama dengan orang yang terinfeksi.   Wabah kecil bukanlah hal yang tidak biasa, dan para ahli virologi menyatakan bahwa risiko bagi masyarakat umum tetap rendah.   Menurut WHO, sumber infeksi belum sepenuhnya dipahami. WHO mengklasifikasikan Nipah sebagai patogen prioritas, karena kurangnya vaksin atau pengobatan yang berlisensi, tingkat kematian yang tinggi, dan kekhawatiran bahwa virus ini dapat bermutasi menjadi varian yang lebih mudah menular.   India secara berkala melaporkan infeksi Nipah, terutama di negara bagian Kerala Selatan, yang dianggap sebagai salah satu wilayah dengan risiko tertinggi di dunia untuk virus tersebut, yang terkait dengan puluhan kematian sejak pertama kali muncul di sana pada tahun 2018.   Wabah ini merupakan wabah ketujuh yang tercatat di India dan yang ketiga di Bengal Barat, di mana wabah pada tahun 2001 dan 2007 terjadi di distrik-distrik yang berbatasan dengan Bangladesh, yang melaporkan wabah hampir setiap tahun.  

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #menilai #risiko #penyebaran #virus #nipah #luar #india #rendah

KOMENTAR