Trump Bekukan Visa 75 Negara, FIFA Buka Suara soal Piala Dunia
- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membekukan pemrosesan visa imigran bagi warga dari 75 negara.
Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran global menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dilansir dari The Guardian, penangguhan visa ini merupakan bagian dari kebijakan pengetatan imigrasi dengan alasan mencegah masuknya calon pendatang yang dinilai berpotensi bergantung pada bantuan publik Amerika Serikat.
Pembekuan tersebut berlaku untuk visa imigran dan berdampak pada pelamar dari berbagai kawasan, termasuk Afrika, Asia, dan Eropa Timur.
Kebijakan itu kemudian memunculkan pertanyaan besar terkait akses masuk bagi suporter internasional Piala Dunia 2026, khususnya bagi mereka yang berasal dari negara-negara yang masuk dalam daftar pembekuan visa.
Punya tiket Piala Dunia 2026, belum tentu bisa masuk AS
Menanggapi situasi tersebut, FIFA akhirnya angkat bicara. FIFA menegaskan bahwa kepemilikan tiket Piala Dunia tidak secara otomatis menjamin seseorang dapat masuk ke negara tuan rumah.
“Kepemilikan tiket Piala Dunia FIFA tidak menjamin masuk ke Amerika Serikat atau negara tuan rumah lainnya. Semua pengunjung tetap harus memenuhi persyaratan masuk yang berlaku,” demikian pernyataan FIFA dilansir dari Kompas.com (20/1/2026).
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat acara drawing Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada tanggal 5 Desember 2025 di Washington, DC.
FIFA juga mengimbau para penggemar sepak bola untuk memastikan seluruh persyaratan perjalanan, termasuk visa, telah dipenuhi jauh sebelum turnamen dimulai.
Federasi sepak bola dunia itu menekankan bahwa kebijakan imigrasi sepenuhnya berada di bawah kewenangan masing-masing negara tuan rumah.
Fasilitas FIFA Pass
Selain itu, FIFA mengumumkan fasilitas tambahan bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026 yang bepergian ke Amerika Serikat.
“Pemegang tiket Piala Dunia FIFA 2026 yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat berhak mendapatkan Sistem Penjadwalan Janji Prioritas FIFA (FIFA Pass), ketika sistem tersebut tersedia dalam beberapa minggu mendatang,” tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
Meski memberikan solusi administratif, FIFA tidak secara langsung mengkritik kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Federasi tersebut menegaskan bahwa perannya terbatas pada penyelenggaraan turnamen, sementara kebijakan visa dan imigrasi merupakan kewenangan pemerintah masing-masing negara.
Kebijakan pembekuan visa ini dinilai berpotensi memengaruhi mobilitas penonton internasional, terutama dari negara-negara yang masuk dalam daftar penangguhan.
Situasi ini sekaligus menjadi ujian awal kesiapan non-teknis Piala Dunia 2026, di luar aspek stadion dan infrastruktur pertandingan.
Tag: #trump #bekukan #visa #negara #fifa #buka #suara #soal #piala #dunia