Perjalanan Jakarta–Tasikmalaya Sebaiknya Jangan Nekat, Ini 4 Pilihan Jalur yang Lebih Bersahabat
Ilustrasi tol Cipularang menuju Tol Padaleunyi. (Istimewa)
14:14
15 Januari 2026

Perjalanan Jakarta–Tasikmalaya Sebaiknya Jangan Nekat, Ini 4 Pilihan Jalur yang Lebih Bersahabat

 

- Libur panjang Isra Miraj pada Jumat, 16 Januari, diprediksi menjadi momen favorit masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Salah satu rute yang selalu ramai saat libur panjang adalah perjalanan dari Jakarta menuju Tasikmalaya, Jawa Barat.

Selain menjadi kampung halaman banyak perantau, Tasikmalaya juga dikenal dengan wisata alamnya yang menenangkan.
Namun, menempuh perjalanan Jakarta–Tasikmalaya bukan perkara sepele.

Dengan jarak sekitar 260 kilometer, waktu tempuh bisa sangat bervariasi, mulai dari 4 jam hingga tembus 8 jam lebih, tergantung jalur yang dipilih dan kondisi lalu lintas. Salah memilih rute, perjalanan yang seharusnya menyenangkan justru bisa berubah jadi melelahkan.

Agar perjalanan libur panjang tetap nyaman dan aman, berikut empat pilihan jalur Jakarta–Tasikmalaya yang relatif lebih bersahabat dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

1. Tol Purbaleunyi via Cileunyi, Pilihan Paling Aman untuk Waktu Singkat

Bagi pemudik atau pelancong yang ingin tiba lebih cepat tanpa banyak drama, jalur Tol Purbaleunyi via Cileunyi masih menjadi pilihan utama. Sebagian besar rute dilalui lewat jalan tol dengan kondisi relatif baik.

Dari Jakarta, perjalanan dimulai melalui Tol Jakarta–Cikampek, dilanjutkan ke Tol Cipularang, lalu masuk Tol Padalarang–Cileunyi. Setelah keluar di Gerbang Tol Cileunyi, perjalanan berlanjut melalui jalur Nagreg, Limbangan, Malangbong, hingga masuk wilayah Tasikmalaya.

Dalam kondisi lalu lintas normal, waktu tempuh berada di kisaran 4–6 jam. Namun, kamu tetap perlu mengantisipasi kepadatan di jalur Nagreg, terutama saat puncak arus libur. Meski begitu, jalur ini masih menjadi opsi paling rasional bagi kamu yang ingin perjalanan stabil dan minim risiko.

2. Tol Cisumdawu via Sumedang, Alternatif Baru yang Mulai Dilirik

Sejak beroperasinya Tol Cisumdawu, jalur ini perlahan menjadi primadona baru menuju wilayah Priangan Timur. Rute ini cocok bagi kamu yang ingin menghindari titik rawan macet seperti Nagreg.

Skemanya hampir sama di awal: Jakarta–Cikampek, lanjut Cipularang, kemudian Padalarang–Cileunyi. Dari sana, perjalanan diteruskan ke Tol Cisumdawu dan keluar di area Sumedang atau Majalengka, lalu menyambung ke Jalan Nasional III menuju Tasikmalaya.

Keunggulan utama rute ini adalah potensi waktu tempuh yang lebih singkat jika kondisi tol lancar. Jalannya relatif lengang dan nyaman, meski kamu tetap perlu waspada karena beberapa penghubung jalan nasional memiliki tikungan dan tanjakan khas wilayah perbukitan.

3. Jalur Selatan via Bogor–Puncak, Indah tapi Perlu Kesabaran

Jika kamu tidak ingin lewat tol dan ingin menikmati suasana perjalanan yang lebih santai, jalur selatan via Bogor dan Puncak bisa menjadi pilihan. Namun, rute ini lebih cocok bagi kamu yang tidak mengejar waktu.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Bogor, lalu melewati Puncak Pass, Cianjur, dan menyusuri jalur selatan menuju Bandung sebelum bergabung kembali ke jalur Nagreg dan Limbangan hingga Tasikmalaya.

Keindahan alam menjadi nilai plus jalur ini. Udara sejuk, pemandangan pegunungan, serta banyak pilihan tempat istirahat dan kuliner menjadi daya tariknya. Namun, saat libur panjang, jalur Puncak hampir selalu padat dan rawan sistem buka-tutup. Waktu tempuh bisa melar hingga 8 jam atau lebih.

4. Jalur Pantura via Cirebon, Opsi Terakhir Saat Semua Macet

Jalur utara atau Pantura sebenarnya bukan rute ideal menuju Tasikmalaya karena jaraknya jauh dan memutar. Namun, dalam kondisi tertentu, misalnya terjadi kemacetan parah atau penutupan jalur selatan, rute ini bisa menjadi 'jalan penyelamat' bagi kamu.

Dari Jakarta, perjalanan menuju Bekasi, Karawang, lalu menyusuri Pantura hingga Cirebon. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Majalengka atau Kuningan, melewati Cikijing, dan akhirnya masuk Tasikmalaya.

Waktu tempuh bisa mencapai 9–12 jam, tergantung kondisi lalu lintas Pantura. Meski panjang, jalur ini relatif datar dan memiliki banyak fasilitas umum seperti SPBU dan rest area.

Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan jalur yang tepat, perjalanan Jakarta–Tasikmalaya saat libur Isra Miraj tetap bisa nyaman dan menyenangkan. Jangan nekat tanpa persiapan, pilih jalur yang paling bersahabat dengan kondisi kamu.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #perjalanan #jakartatasikmalaya #sebaiknya #jangan #nekat #pilihan #jalur #yang #lebih #bersahabat

KOMENTAR