Pintu Pesawat Copot, Pilot Alaska Airlines Menuntut Boeing
Seorang pilot Alaska Airlines yang berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat setelah sebuah panel pintu (door plug) terlepas di tengah penerbangan pada Januari 2024 kini menggugat Boeing.
Insiden terjadi pada 5 Januari 2024 saat Alaska Airlines Flight 1282 lepas landas dari Portland, Oregon.
Ia menuduh perusahaan pesawat itu mencoba menyalahkan dirinya dan awak lainnya, meskipun penyelidikan resmi menyatakan masalah ada pada pabrikan, melansir AP News, Rabu (7/1/2026).
Tidak lama setelah mencapai ketinggian jelajah, panel pintu yang menutup lubang pintu darurat terlepas dari badan pesawat Boeing 737 MAX 9 pada sekitar 16.000 kaki, menyebabkan dekompresi cepat atau udara di kabin mendadak menipis dan menciptakan lubang besar di sisi pesawat.
Meskipun situasinya sangat berbahaya, baik pilot maupun first officer berhasil mengendalikan pesawat dan melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Portland, tanpa korban jiwa, mengutip Business Insider.
Penyelidikan oleh National Transportation Safety Board (NTSB) menemukan bahwa pesawat itu meninggalkan pabrik Boeing tanpa empat baut penting yang seharusnya mengamankan panel pintu tersebut.
Baut-baut ini dihilangkan saat panel dibuka untuk memperbaiki beberapa rivet yang rusak di pabrik, tetapi kemudian tidak dipasang kembali dan tidak terdokumentasi dengan benar, yang menyebabkan panel itu akhirnya terlepas saat terbang.
Meski dianggap sebagai pahlawan oleh otoritas penerbangan, termasuk NTSB, Federal Aviation Administration (FAA), dan para eksekutif Boeing yakni pilot Captain Brandon Fisher menilai bahwa Boeing mencoba mengalihkan tanggung jawab insiden itu kepada dirinya dan timnya dalam dokumen hukum sebelumnya.
Menurut gugatan yang diajukan di pengadilan Oregon, upaya tersebut menyebabkan beberapa penumpang malah menggugat Fisher sendiri dan berdampak besar pada reputasi, karier, dan kesehatannya.
Dalam tuntutannya, Fisher menuntut kompensasi sekitar US$10 juta dari Boeing, menuduh perusahaan melakukan praktik “scapegoating” atau mencari kambing hitam saat mempertahankan diri dalam litigasi lain.
Gugatan ini juga memasukkan Spirit AeroSystems, pemasok komponen yang terlibat dalam pembuatan panel pintu sebagai tergugat tambahan.
Insiden pintu pesawat ini sendiri sudah memicu denda FAA sebesar US$3,1 juta kepada Boeing serta sorotan tajam terhadap sistem kontrol kualitas dan proses produksi pabrikan jet asal AS itu.
Namun dalam pernyataannya, Boeing belum memberikan komentar resmi mengenai gugatan terbaru tersebut, sementara Alaska Airlines tetap menyatakan rasa terima kasihnya kepada para awak yang menangani situasi darurat tersebut dengan profesional.
Tag: #pintu #pesawat #copot #pilot #alaska #airlines #menuntut #boeing