



Sajak: Dendang Jelang Buka Puasa
Dendang Jelang Buka Puasa
perut sudah lama bernyanyi
lidah ingin segera bergoyang
tapi musikMu yang magrib
masih tak menyentuh rusuk jarum jam
ternyata; dalam nikmat menunggu
ada yang lebih madu dari sekadar lagu
Rumah FilzaIbel, 2024
---
Sahur Duafa
cuma tiga butir kurma
dan seteguk air
terimalah wahai perutku
sebagai tanda cinta paling membatu
semoga hari esok berpihak kepada kita
dengan menyajikan rasa kenyang
karena kita harus berjuang
lebih dari yang orang-orang pandang
Gaptim, 2024
---
Zakat
kuning bulir padiMu di tangkai syahadahku
burung dan tikus telah kugaris dengan doa
dan saat panen tiba, kulumbungkan gabah
ke dalam diri
diri ini perlu disucikan, agar kuku badai lerai bercerai
agar taring topan patah berantakan
barang secupak dari rezeki dalam diri
kukeluarkan kepadamu, agar padiku yang lalu
tumbuh di lain waktu –memberiku kenyang
saat nasi sudah tak bisa jadi suapan.
Gapura, 2024
---
Alarm Waktu Sahur
kusetel angka 3, pada alarm kecil
yang mulutnya hanya mau bicara
bila memang waktunya
–tak seperti manusia
yang kerap menjadi alarm sia-sia
bagi telinga semesta
nanti saat tiba pukul 03.00
alarm tak pernah dusta
membangunkanku dengan sungguh
tangan gaibnya lembut
menyentuh hati yang berkabut
aku pun bangun untuk sahur
dan beranjak ke meja makan
sambil menyadari satu hal yang berarti
; bahwa jam beker dalam diri
lebih menjerit dan memaki
Gapura, 2024
---
A. WARITS ROVI, Lahir di Sumenep. Buku-bukunya, antara lain, Dukun Carok dan Tongkat Kayu (kumcer/Basabasi) dan Kesunyian Melahirkanku sebagai Lelaki (kumcer/Basabasi). Kini aktif di Komunitas Damar Korong.