Oppo, Vivo, dan Xiaomi Kurangi Pengiriman Smartphone?
Ilustrasi konter HP di sentra ponsel Pusat Grosir Cililitan (PGC)((Kompas.com/Lely Maulida))
19:12
20 Januari 2026

Oppo, Vivo, dan Xiaomi Kurangi Pengiriman Smartphone?

– Sejumlah produsen ponsel asal China, mulai dari Oppo, Vivo, Xiaomi, hingga Transsion (Infinix, Itel, Tecno), dikabarkan akan menurunkan target pengiriman (shipment) smartphone mereka pada 2026.

Langkah ini disebut dipicu oleh melonjaknya harga perangkat media penyimpanan (storage) di pasar konsumen China, yang berdampak langsung pada struktur biaya produksi ponsel, khususnya di segmen menengah ke bawah.

Informasi mengenai rencana penurunan shipment tersebut berasal dari sumber industri yang dihimpun blog bisnis dan teknologi asal China, Sina.

Sumber itu menyebutkan bahwa Xiaomi dan Oppo akan memangkas target pengiriman lebih dari 20 persen, sedangkan Vivo diperkirakan menurunkan shipment hampir 15 persen.

Tidak disebutkan secara rinci besaran penurunan yang akan diterapkan Transsion. Namun, perusahaan ini dikabarkan menargetkan proyeksi pengiriman smartphone pada 2026 berada di bawah 70 juta unit.

Pemangkasan shipment tersebut disebut akan berdampak pada ponsel kelas menengah ke bawah, serta beberapa model yang dipasarkan di luar China.

Artinya, Oppo, Vivo, Xiaomi, hingga Transsion berpotensi akan lebih fokus menjual perangkat kelas atas (flagship) atau segmen sejenisnya.

Pemangkasan sebagai strategi?

Menurut sumber industri, laporan penurunan target shipment seperti ini kerap dikaitkan dengan strategi vendor ponsel untuk menjaga pasokan komponen dari pemasok hulu.

Dalam beberapa kasus, narasi penurunan permintaan dapat membuat produsen memori menilai kondisi bisnis vendor ponsel sedang melemah.

Dengan demikian, pemasok berpotensi lebih berhati-hati dalam menaikkan harga atau mengatur alokasi stok, terutama di tengah ketatnya persaingan pasokan memori dengan industri kecerdasan buatan (AI).

“Untuk mendapatkan sumber daya dari produsen hulu, pembuat ponsel sering kali menerapkan strategi melaporkan angka pengiriman yang lebih tinggi dari sebenarnya,” ujar salah satu sumber industri.

Karyawan lain dari sebuah produsen storage juga membenarkan bahwa angka yang dilaporkan vendor ponsel ke pemasok saat ini relatif masih mendekati capaian tahun lalu, meskipun ada penyesuaian kecil.

“Ada anggapan penurunan hingga 20 persen itu terlalu dibesar-besarkan. Kami justru memperkirakan penurunan riilnya hanya sekitar 10 persen saja,” kata dia.

Penampakan display HP di salah satu konter di e-center Supermal Karawaci, Tangerang.KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto Penampakan display HP di salah satu konter di e-center Supermal Karawaci, Tangerang.

Meski demikian, karyawan tersebut menyebut pemasok storage besar, seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, belum menerima pemberitahuan resmi terkait penurunan signifikan target pengiriman dari para vendor ponsel.

Harga memori naik, vendor ponsel tertekan

Seperti diwartakan sebelumnya, kelangkaan dan kenaikan harga memori berpotensi menekan kinerja vendor ponsel.

Produsen memori global, seperti Samsung, Micron, dan SK Hynix disebut tengah berupaya melindungi pelanggan dari industri ponsel dengan menawarkan skema harga yang mengikuti fluktuasi harga server.

Namun demikian, Samsung dan SK Hynix dilaporkan telah merencanakan kenaikan harga memori mulai kuartal pertama tahun ini di kisaran 60–70 persen.

Kenaikan tersebut berpotensi menekan margin produsen ponsel dan berimbas pada harga jual perangkat ke konsumen.

Yang menarik, kenaikan harga storage ini disebut tidak terlalu berdampak pada merek, seperti Huawei, Honor, dan Lenovo, karena ketiganya memiliki solusi rantai pasok yang lebih mandiri.

Huawei bahkan disebut masih mampu menjaga margin keuntungan dengan memanfaatkan efisiensi di rantai pasoknya.

Perusahaan tersebut juga dikabarkan tengah mempertimbangkan penurunan harga untuk lini Pura, Nova, dan Enjoy demi mendongkrak pangsa pasar di tengah kenaikan harga storage, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari HuaweiCentral.

Perkembangan ini menjadi menarik untuk dicermati, mengingat strategi para vendor ponsel China dalam menghadapi lonjakan harga komponen berpotensi menentukan arah persaingan pasar smartphone global sepanjang 2026.

Tag:  #oppo #vivo #xiaomi #kurangi #pengiriman #smartphone

KOMENTAR