Mengenal Santa Agnes dari Roma (291-304): Perawan Suci yang Sangat Cantik dan Pelindung Para Korban Pelecehan Seksual
Lukisan Santa Agnes dari Roma (Dok. Aciafrica.org)
22:21
22 Januari 2026

Mengenal Santa Agnes dari Roma (291-304): Perawan Suci yang Sangat Cantik dan Pelindung Para Korban Pelecehan Seksual

- Gereja Katolik memiliki banyak sekali tokoh-tokoh bersejarah yang kemudian dikenang sebagai orang-orang suci, bahkan mendapatkan gelar santo atau santa. Setiap orang suci ini juga memiliki hari atau tanggal tertentu dimana mereka akan dirayakan. 

Karena sejarah persekusi terhadap orang-orang Kristen pada zaman dahulu, kebanyakan orang-orang suci ini adalah martir. Salah satunya adalah Agnes dari Roma

Kehidupan yang Sangat Singkat

Dilansir dari Saint Agnes, Agnes lahir pada tahun 291 Masehi dan dibesarkan oleh keluarga Kristen yang kaya. Beberapa sumber lainnya mengatakan bahwa Agnes juga berdarah biru. 

Karena status dan kecantikannya, Agnes menjadi incaran para laki-laki berpangkat tinggi pula. Akan tetapi, Agnes telah bersumpah untuk menjaga kesuciannya. Sehingga, setiap kali ada laki-laki melamarnya. 

Perlu ditekankan bahwa para laki-laki ini melamar Agnes saat ia hanya berusia 12-13 tahun saja. 

Menurut legendanya, Procop, salah satu laki-laki yang ditolak oleh Agnes yang juga anak dari gubernur setempat, menuduh Agnes sebagai seorang Kristen. Pada saat itu, persekusi terhadap umat Kristen masih dilakukan. 

Sang gubernur, ayah Procop, menjanjikan hadiah yang melimpah kepada Agnes, asal ia meninggalkan agamanya. 

Persekusi dan Kematian

Dilansir dari Catholic, Agnes menolak tawaran itu dan ditahan. Tapi Agnes terus tersenyum dengan bahagia ketika semua itu terjadi. 

Agnes kemudian ditelanjangi dan dikirim ke rumah bordil. Akan tetapi, di sana Agnes dilindungi oleh para malaikat dimana mereka membutakan para laki-laki hidung belang. Pada akhirnya ia dihukum mati. 

Dikatakan, bahkan orang-orang non-kristen menangis melihat kematian Agnes yang sangat muda dan cantik. Mereka memohon agar Agnes menyelamatkan dirinya, namun Agnes menolak. 

Dikisahkan pula bahwa ketika Agnes diikat ke kayu pasak untuk dibakar, kayu-kayu tersebut tidak kunjung terbakar. Bahkan lidah-lidah api menjauh dari Agnes.

Pada akhirnya, seorang prajurit menebas pedangnya dan memenggal kepala Agnes. Dipercaya darah yang bercucuran dari tubuh Agnes ditampung dengan kain oleh para umat Kristen.

Agnes meninggal pada 21 Januari 304, pada usia 12-13 tahun sebagai martir perawan. Tubuhnya dikubur dekat Via Nomentana di Roma, dan relik tulangnya disimpan di bawah meja altar Gereja Sant'Agnese fuori le mura di Roma. Tengkoraknya juga disimpan di Gereja Sant'Agnese di Agone, Roma.

Peninggalan

Sekarang Santa Agnes dikenang sebagai pelindung para gadis-gadis muda, korban perkosaan dan kesucian. 

Pada tahun 1858, Pastor Caspar Rehrl, seorang misioner asal Austria, mendirikan Kongregasi Suster-Suster Santa Agnes. 

Dilansir dari EWTN News, setiap tanggal 21 Januari, Basilika Santa Agnes merayakan Hari Santa Agnes dengan pemberkatan sepasang anak domba oleh paus. Tradisi ini sudah berlangsung selama 500 tahun. 

Anak-anak domba tersebut akan dirawat dengan baik di Biara Tre Fontane Roma, biara ini dikelola oleh para Pastor Ordo Cistercian. Ordo ini mengikuti aturan Santo Benediktus. 

Setelah domba-domba besar dan dapat menghasilkan wool, mereka akan dicukur dan woolnya dibuat menjadi palia, pita wool putih yang menjadi bagian dari seragam para uskup agung. 

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #mengenal #santa #agnes #dari #roma #perawan #suci #yang #sangat #cantik #pelindung #para #korban #pelecehan #seksual

KOMENTAR