10 Kebiasaan yang Ternyata Bisa Merusak Septik Tank
Septik tank menjadi bagian penting dalam sistem sanitasi rumah tangga. Fungsinya menampung dan mengolah limbah sebelum dialirkan kembali ke tanah.
Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang tanpa sadar melakukan kebiasaan keliru sehingga membuat septik tank cepat rusak, tersumbat, bahkan meluap.
Kerusakan septik tank bukan hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga berisiko mencemari lingkungan dan kesehatan.
Kebiasaan yang merusak septik tank rumah
Berikut sejumlah hal yang terbukti bisa merusak sistem septik tank dan perlu dihindari dilansir dari Tri County Pump:.
1. Tidak menguras rutin
Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak melakukan penyedotan atau pemompaan septik tank secara berkala. Padahal, di dalam tangki akan terjadi pengendapan limbah padat yang lama-kelamaan berubah menjadi lumpur keras.
Jika dibiarkan terlalu lama, endapan ini bisa menyumbat pipa dan membuat tangki penuh hingga akhirnya meluap. Idealnya, septik tank dipompa setiap dua hingga empat tahun sekali, tergantung kapasitas dan jumlah penghuni rumah.
2. Penggunaan air yang berlebihan
Septik tank memang dirancang untuk menampung air limbah, tetapi ada batas kapasitas yang tidak boleh dilampaui. Kebiasaan menyiram toilet terlalu sering, membiarkan keran terbuka lama, atau penggunaan air berlebihan akan membuat tangki cepat penuh.
Jika volume air terlalu tinggi, proses penguraian limbah menjadi tidak optimal. Karena itu, gunakan air secara bijak dan lakukan pemeriksaan septik tank setidaknya setiap dua hingga tiga tahun agar kondisinya tetap terkendali.
3. Membuang benda padat ke toilet
Toilet bukanlah tempat sampah. Namun, masih banyak orang membuang pembalut, tisu basah, popok, kain, hingga produk kebersihan lainnya ke dalam kloset.
Benda-benda tersebut tidak mudah terurai dan berpotensi menyumbat saluran pembuangan serta septik tank. Akibatnya, air limbah bisa meluap dan merusak sistem. Semua benda padat nonorganik sebaiknya dibuang ke tempat sampah, bukan ke toilet.
4. Membuang obat-obatan ke saluran pembuangan
Obat-obatan kedaluwarsa sering kali dibuang ke toilet karena dianggap praktis. Padahal, kandungan kimia dalam obat dapat membunuh bakteri alami di dalam septik tank rumah.
Padahal, bakteri tersebut berperan penting dalam menguraikan limbah. Jika bakteri mati, proses pengolahan limbah terganggu dan sistem septik menjadi tidak berfungsi optimal. Gunakan cara pembuangan obat yang lebih aman dan ramah lingkungan.
5. Menanam pohon terlalu dekat dengan septik tank
Keberadaan pohon atau semak di sekitar septik tank juga berisiko. Akar tanaman dapat tumbuh liar dan menembus pipa maupun dinding tangki, bahkan beton sekalipun.
Kerusakan akibat akar tanaman sulit diperbaiki dan bisa menimbulkan kebocoran serius. Oleh karena itu, sebaiknya tanam pohon dengan jarak aman dari lokasi septik tank dan jalur pipa.
6. Membuang barang sintetis ke toilet
Produk berbahan sintetis seperti pembersih kimia tertentu, pewangi toilet berbentuk bubuk, atau bahan tambahan lainnya tidak dapat terurai secara alami.
Zat-zat ini akan mengendap di dasar tangki dan menjadi sumber penyumbatan. Jika ingin membersihkan saluran pembuangan, gunakan cara alami seperti air panas, lemon, atau soda kue yang lebih aman bagi sistem septik.
7. Melakukan perbaikan sendiri tanpa keahlian
Perbaikan mandiri memang bisa dilakukan, tetapi tidak untuk sistem septik tank. Tanpa pengetahuan dan alat yang memadai, perbaikan justru bisa memperparah kerusakan.
Masalah kecil bisa berubah menjadi kerusakan besar yang membutuhkan biaya lebih mahal. Untuk urusan septik tank, sebaiknya serahkan pada tenaga profesional yang berpengalaman.
8. Membangun bangunan di atas septik tank
Mendirikan gudang, dek, atau bangunan lain di atas septik tank atau area resapan dapat merusak pipa dan struktur tangki.
Selain itu, septik tank membutuhkan akses yang mudah untuk inspeksi dan pemompaan rutin. Jika tertutup bangunan, perawatan akan menjadi sulit. Pastikan area septik tank bebas dari konstruksi permanen.
9. Mengabaikan tanda-tanda kerusakan
Sistem septik tank rumah biasanya memberikan tanda saat bermasalah, seperti genangan air, bau menyengat, saluran mampet, atau tanaman tumbuh lebih subur di area tertentu.
Mengabaikan tanda-tanda ini hanya akan memperparah kondisi. Semakin cepat masalah ditangani, semakin kecil risiko kerusakan besar.
10. Membuang lemak dan minyak ke saluran pembuangan
Minyak, lemak, dan sisa makanan berminyak hampir tidak larut dalam air. Jika dibuang ke toilet atau saluran pembuangan, zat ini akan mengendap dan menyumbat pipa serta septik tank rumah.
Lemak sebaiknya dikumpulkan dan dibuang dengan cara yang benar, bukan dialirkan ke sistem sanitasi rumah.
Tag: #kebiasaan #yang #ternyata #bisa #merusak #septik #tank