

CEO Nissan, Makoto Uchida (kiri). (Caarscoops.com)


Nissan Diterpa Kondisi Krisis, Sekitar 9.000 Karyawan Akan Kehilangan Pekerjaan
- Nissan saat ini tengah dilanda kondisi krisis. Bahkan, CEO Nissan, Makoto Uchida telah menyatakan perusahaan dalam kondisi darurat. Seperti dilansir dari carscoops.com, demi keluar dari kondisi darurat ini, Uchida telah melakukan serangkaian langkah pemangkasan biaya yang menyakitkan, demi membuat produsen mobil tersebut tetap bertahan. Total sekitar 9.000 karyawan akan kehilangan pekerjaan. Sementara para eksekutif, termasuk Uchida sendiri, telah setuju untuk melakukan pemotongan gaji secara sukarela. Terlebih lagi, Nissan telah mengumumkan akan memangkas produksi di Amerika Serikat sebesar 17 persen. Langkah tersebut diambil lantaran merek tersebut mengalami penurunan produksi yang sangat besar di seluruh dunia. Bahkan, berdasarkan data Nissan sendiri, produksi sedang menurun di mana-mana, kecuali di Meksiko yang mana produsen mobil berhasil mempertahankan pertumbuhan. Meski begitu, penjualan global tetap datar dan tidak banyak membantu Nissan. Untuk bertahan, Nissan perlu memanfaatkan gelombang hibrida sebanyak mungkin di Amerika Serikat, dimana ia tertinggal dari pesaing dalam hal elektrifikasi. Namun, mengurangi produksi untuk menghemat biaya dapat semakin membatasi kemampuannya untuk memenuhi permintaan pasar, sehingga menciptakan tantangan lain bagi produsen mobil tersebut. Di tengah kondisi krisis ini, CFO Stephen Ma tampaknya akan meninggalkan Nissan atau paling tidak mengundurkan diri dari jabatannya. Jika ia benar-benar mengundurkan diri, orang yang akan menggantikannya pasti akan menghadapi tugas berat dalam mengelola pemulihan keuangan Nissan. Dengan waktu yang terus berjalan dan langkah-langkah signifikan yang sedang dilakukan, pada bulan-bulan mendatang akan menjadi sangat penting bagi masa depan Nissan. Apakah produsen mobil itu bisa memperbaiki keadaan atau tenggelam di bawah tekanan yang meningkat.
Editor: Bintang Pradewo
Tag: #nissan #diterpa #kondisi #krisis #sekitar #9000 #karyawan #akan #kehilangan #pekerjaan