Bodi Motor Bersih Tapi Kolongnya Kotor? Siap-siap Hadapi 6 Masalah Ini
Ilustrasi bagian kolong sepeda motor. (Freepik)
13:08
5 Januari 2026

Bodi Motor Bersih Tapi Kolongnya Kotor? Siap-siap Hadapi 6 Masalah Ini

- Banyak pemilik motor hanya fokus membersihkan bagian bodi dan mesin yang terlihat, sementara area kolong sering luput dari perhatian.

Padahal, bagian ini sangat rentan terkena cipratan air bercampur lumpur, debu, dan sisa oli saat motor digunakan sehari-hari, terutama di kondisi jalan yang basah atau rusak.

Jika dibiarkan terlalu lama tanpa perawatan, kotoran yang menempel di kolong motor bisa memicu berbagai masalah serius.

Mulai dari kerusakan komponen kecil hingga penurunan performa mesin, semuanya bisa berujung pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Berikut 6 masalah yang seringkali terjadi akibat kolong motor yang kotor seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

1. Sil Bearing Roda Kehilangan Fungsi

Sil bearing roda berada di dalam teromol dan berfungsi melindungi laher serta komponen penting di dalamnya.

Saat komponen ini terus-menerus terkena air kotor dan lumpur, kemampuannya sebagai pelindung akan menurun. Akibatnya, kotoran dan air bisa masuk ke laher roda.

Jika kondisi ini terus terjadi, laher akan cepat aus, as roda ikut tergerus, dan roda menjadi oblak.

Pada tahap tertentu, kenyamanan berkendara berkurang dan risiko kecelakaan pun meningkat.

2. Gigi Nanas Speedometer Lebih Cepat Aus

Gigi nanas speedometer umumnya terbuat dari bahan plastik yang relatif rentan. Ketika kolong motor jarang dibersihkan, kerikil halus dan pasir bisa masuk ke area ini dan mempercepat proses keausan.

Jika dibiarkan, pembacaan kecepatan bisa menjadi tidak akurat bahkan speedometer tidak berfungsi sama sekali.

Untuk mencegah air kotor masuk, kamu bisa menambahkan sealant pada bagian sil penutup agar lebih kedap.

3. Gir dan Rantai Cepat Rusak, Biaya Servis Membengkak

Gir dan rantai sebagai penerus daya di bagian belakang motor sangat sensitif terhadap kotoran dan karat.

Jika area ini dibiarkan kering, kotor, dan berkarat, keausan akan terjadi jauh lebih cepat dari seharusnya.

Akibatnya, kamu terpaksa mengeluarkan biaya cukup besar untuk mengganti satu set sproket kit baru.

Padahal, dengan membersihkan kolong dan melumasi rantai secara rutin, pengeluaran ini bisa ditekan.

4. Leher dan Pipa Knalpot Mengalami Karat

Air kotor yang menempel di leher dan pipa knalpot dapat memicu munculnya karat. Dalam jangka panjang, karat tersebut akan menggerogoti dinding knalpot hingga menipis dan berlubang.

Jika knalpot bocor, aliran gas buang menjadi tidak optimal. Dampaknya, performa mesin menurun dan motor terasa kurang bertenaga saat digunakan.

5. Mesin Lebih Mudah Mengalami Overheating

Kolong motor kerap menjadi tempat menumpuknya lumpur, debu, dan sisa oli. Lapisan kotoran ini dapat menghambat proses pelepasan panas dari mesin dan komponen transmisi.

Akibatnya, suhu mesin meningkat lebih cepat dan berisiko mengalami overheating. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempercepat keausan komponen hingga menyebabkan kerusakan serius.

6. Standar Tengah Menjadi Macet

Standar tengah berada di posisi terbuka sehingga sangat mudah terkena kotoran. Saat lumpur dan debu menumpuk di area ini, pergerakan standar menjadi berat dan lama-kelamaan bisa macet.

Dalam kondisi parah, standar sulit diturunkan bahkan tidak bisa digunakan sama sekali karena as standar berpotensi bengkok akibat karat.

Penanganannya pun tidak boleh sembarangan, karena kesalahan saat membongkar bisa meningkatkan risiko kerusakan pada crankcase.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #bodi #motor #bersih #tapi #kolongnya #kotor #siap #siap #hadapi #masalah

KOMENTAR