Analisis Del Piero Usai Hasil Liga Champions Inter Vs Bodo/Glimt 1-2
- Legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, menyebut Inter bermain biasa-biasa saja saat disingkirkan Bodo/Glimt di babak playoff Liga Champions.
Laga leg kedua playoff Liga Champions 2025-2026 Inter Milan vs Bodo/Glimt digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (24/2/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Inter Milan yang butuh kemenangan bersih bermargin tiga gol untuk membalikkan kedudukan agregat dan lolos ke 16 besar, malah kalah lagi 1-2.
Lebih pahit lagi bagi Inter Milan, Bodo/Glimt mencuri kemenangan lewat gol Jens Petter Hauge (58') dan Hakon Evjen (72').
Patut dicata bahwa Jens Petter Hauge pernah berkostum tim rival Inter, yakni AC Milan pada musim 2020-2021.
Adapun satu gol Inter ke gawang Bodo/Glimt pada leg kedua dipersembahkan oleh Alessandro Bastoni (76')
“Perlu digarisbawahi bahwa Bodo memainkan pertandingan yang luar biasa, permainan tim inilah yang membuat perbedaan, bersama dengan keinginan dan gairah terhadap olahraga ini," tutur Alessandro Del Piero dilansir dari Tuttomercatoweb.
Berkat kemenangan di Giuseppe Meazza, Bodo/Glimt yang merupakan debutan Liga Champions musim ini, bisa melanjutkan langkah bersejarah mereka.
Bodo/Glimt berhak melaju ke 16 besar Liga Champions dengan keunggulan agregat 5-2.
"Di sisi lain tentu ada kontribusi dari Inter: mereka melakukan terlalu sedikit, itu benar. Pertandingan seperti ini dimenangkan dengan melakukan sesuatu yang lebih dari rata-rata."
"Hari ini Inter memainkan laga yang biasa-biasa saja, sering kali dengan permainan seperti itu mereka bisa menang, tetapi hari ini semuanya berjalan salah," ujar Del Piero yang pernah juara Liga Champions bersama Juventus pada 1996-1997.
Inter Milan yang bermain tanpa sang penyerang andalan, Lautaro Martinez, serta gelandang Turkiye, Hakan Calhanoglu, tampil kurang gereget di Giuseppe Meazza.
Mereka pun harus menelan lagi pahit kekalahan setelah pekan lalu tumbang 1-3 kala bertamu ke markas Bodo/Glimt Stadion Aspmyra yang musim ini juga pernah jadi "kuburan" untuk Man City.
"Anda harus melakukan sesuatu yang lebih, harus keluar dari kebiasaan dan menemukan cara yang berbeda dari yang biasa Anda lakukan."
"Ada delapan puluh ribu orang, butuh sesaat saja untuk membakar stadion ini. Ada banyak kekecewaan, jika melihat laga kandang dan tandang: penampilan ini, saya tidak mengatakan datar, tetapi tanpa sesuatu yang lebih, membuat kita sedikit merenung."
"Sangat disayangkan karena Inter sebenarnya punya senjata untuk bisa lolos,” ujar Del Piero memberikan analisis.
Dengan gugurnya Inter Milan, harapan sepak bola Italia di Liga Champions musim ini tinggal tertuju kepada Atalanta dan Juventus.
Namun, Atalanta dan Juventus juga menghadapi situasi tak kalah sulit. Kedua tim harus membalikkan kedudukan agregat usai kalah di leg pertama.
Seperti diketahui, pada leg pertama playoff Liga Champions Juventus tumbang 2-5 di markas Galatasaray, sementara Atalanta takluk dua gol tanpa balas kala bertamu ke Dortmund.
“Juve menghadapi misi yang sangat besar, jauh lebih besar dari yang dihadapi Inter," kata Del Piero mengomentari eks klubnya.
"Saya pikir mereka harus memberi respons kebanggaan dan memenangkan pertandingan dengan menampilkan permainan yang lebih baik."
"Mereka harus memberi jawaban kepada diri sendiri, karena belakangan ini mereka kalah di beberapa pertandingan."
"Dibutuhkan sebuah percikan yang bisa mengubah tren, karena setelah itu akan sangat sulit bagi mereka untuk lolos besok, meskipun kita semua berharap demikian," ujar pria yang pernah membawa Timnas Italia juara Piala Dunia 2006 itu.
Tag: #analisis #piero #usai #hasil #liga #champions #inter #bodoglimt