Bung Kus Bicara Pemain Naturalisasi Main di Super League: Lihat Sisi Positifnya, Pemain Butuh Berkembang
- Keputusan sejumlah pemain naturalisasi untuk berkarier di Super league 2025-2026 jelang Piala AFF 2026 memunculkan beragam tafsir di media sosial.
Ada yang menilai langkah itu sebagai strategi memuluskan jalan timnas Indonesia menuju gelar ASEAN Championsip yang selama ini belum pernah diraih.
Seperti diketahui Indonesia kerap melaju jauh di turnamen yang dulu bernama Piala AFF ini.
Tetapi, langkah Skuad Garuda mentok di posisi runner up. Tercatat Indonesia enam kali hanya menjadi runner up tanpa pernah mengangkat piala.
Baca juga: Pemain Naturalisasi Ramaikan Super League, Bung Kus Nilai Jalan Kembali ke Eropa Masih Ada
Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, memilih melihat fenomena ini dari sudut yang lebih luas.
Ia menilai tren pemain naturalisasi bermain di Super League bukan sekadar soal misi meraih trofi di pentas ASEAN, melainkan juga menyangkut tentang proses tumbuhnya sang pemain.
Pemain Butuh Berkembang
Baginya, anggapan tersebut bisa dipahami. Namun ia mengingatkan agar pencinta timnas Indonesia tidak berhenti pada prasangka.
"Menurut saya kalau kita hanya berfikir sisi negatifnya ya susah juga bagi pemain. Saya lihat sisi positifnya itu para pemain ini butuh berkembang," kata pengamat yang biasa disapa Bung Kus itu kepada Kompas.com.
"Misal Ivar Jenner biar nanti 3 atau 4 tahun lagi bisa menggantikan Thom Haye, kita butuh Mauro (Zijlstra) nanti bisa menjadi tandem Ole Romeny, kita butuh Rafael Struick sebagai pemain depan berkualitas. kita butuh pemain itu ke depan untuk menjadi andalan Timnas Indonesia."
"Toh mereka sudah mendapatkan paspor indonesia, kalau mereka tidak berkembang yang rugi kan kita juga," imbuhnya.
Baca juga: Jadwal Super League: Malut United Vs Persija Buka Pekan ke-23
Menurutnya, kehadiran para pemain naturalisasi di Liga Indonesia ini justru bisa menjadi bagian dari proses regenerasi dan pembentukan karakter bermain yang lebih matang.
"Kita butuh mereka itu berkembang dan menjadi pemain lebih baik, bukan berarti main di Indonesia itu lebih baik, bukan," katanya lagi.
Jalur Karier yang Berliku
Ia menegaskan, bahwa perjalanan setiap pemain sepak bola profesional berbeda. Tidak semuanya bisa langsung menembus panggung besar Eropa meskipun tumbuh di sana.
Selebrasi Thom Haye usai mencetak gol penalti untuk Persib Bandung saat mengalahkan Malut United pada pekan ke-20 Super League 2025-2026, Jumat (6/2/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Bermain di kasta tertingggi Indonesia seperti Super League, bagi Bung Kus bisa jadi salah satu tahapan bagi para pemain ini untuk mencapai level yang lebih tinggi.
"Tapi jalannya harus melalui Liga Indonesia dulu nanti mereka semakin matang dan berkembang akan memiliki kesempatan bermain di liga yang lain."
"Itu harus dipahami tidak semua orang langsung sukses melejit main di Eropa seperti misalnya Ole Romeny," tutur Mohamad Kusnaeni.
"Tidak semua orang seperti itu ada kesempatan, dengan jalan berliku main dulu di indonesia, lalu ke Thailand lalu kemana lagi dan ke Eropa lagi," sambungnya.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya pola pikir yang terus berkembang pada setiap pemain dalam menjalani jalur karier masing-masing.
"Yang penting mindset pemain harus selalu ingin lebih berkembang dan maju. Itu yang harus ditanamkan dan rata-rata pemain Eropa itu mindset-nya sudah seperti itu."
"Kalau ada kesempatan di kompetisi yang lebih kredibel pasti ambil dan tidak menyia-nyiakan," pungkas pengamat yang juga menjadi komentator sepak bola Indonesia tersebut.
Baca juga: Persija Tekuk PSM Makassar, Shayne Pattynama Soroti Kerasnya Persaingan di Super League
Seperti diketahui, ada sembilan pemain naturalisasi yang sebelumnya berkarier di luar negeri memutuskan bermain di Super League 2025-2026.
Mereka adalah Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra yang bergabung dengan Persija Jakarta. Lalu ada Thom Haye, Eliano Reijnders, serta Dion Markx yang memperkuat Persib Bandung.
Sementara itu, Ivar Jenner dan Rafael Struick memilih Dewa United dan Jens Raven berseragam Bali United.
Tag: #bung #bicara #pemain #naturalisasi #main #super #league #lihat #sisi #positifnya #pemain #butuh #berkembang