Purbaya Perlakukan Inpex sebagai Investor Spesial di Blok Masela
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Purbaya dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
17:04
24 Februari 2026

Purbaya Perlakukan Inpex sebagai Investor Spesial di Blok Masela

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan akan meringankan hambatan usaha yang dialami INPEX Masela Ltd. dalam pengembangan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Proyek investasi besar tersebut belum juga rampung meski telah bergulir selama puluhan tahun. Purbaya mengaku sudah mendengar rencana proyek itu sejak tujuh tahun lalu. Realisasinya belum terlihat hingga kini.

“Kami akan menghilangkan semua hambatan yang Anda hadapi dalam melaksanakan proyek ini,” ujar Purbaya dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Purbaya Soroti Megaproyek LNG Abadi Masela yang Tak Kunjung Beroperasi

Purbaya menyebut lambatnya progres Blok Masela dipicu proses perizinan yang berbelit. Ia mencatat ada kemajuan pada Januari dan Februari 2026. Izin lingkungan akhirnya terbit.

Ia menegaskan INPEX akan mendapat perlakuan khusus karena menggarap proyek strategis nasional sekaligus salah satu proyek hulu minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia.

Kementerian Keuangan melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah atau Satgas P2SP akan membantu membereskan persoalan perizinan yang menghambat operasional proyek.

“Mereka (Inpex) bisa laporkan itu secara reguler kapan pun. Nanti kita beresin di sini. Jadi, saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial,” jelas Purbaya.

Ia memastikan laporan rutin dari investor Blok Masela akan diterima langsung untuk mencegah proyek kembali mangkrak.

"Mereka bisa lapor gitu, secara reguler kapan pun. Nanti kita beresin di sini. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial," jelasnya.

Baca juga: Adhi Karya (ADHI) Jadi Kontraktor FEED Proyek LNG Blok Abadi Masela

Terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Purbaya menyebut prosesnya hampir tuntas. Ia sempat mempertanyakan detail teknis Amdal lanjutan.

INPEX telah mengantongi Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan untuk kilang darat atau Onshore LNG dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026. Persetujuan Lanjutan Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup terbit pada awal Februari 2026.

Setelah Amdal terbit, Inpex berencana memulai pekerjaan konstruksi awal seperti pemasangan pagar dan pembangunan jalan pengalihan pada kuartal II 2026.

Proses prakualifikasi atau pre qualification tender Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) untuk empat paket utama termasuk fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) juga berjalan. CCS merupakan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon untuk menekan emisi.

Purbaya memperkirakan progres izin lingkungan telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah melakukan pemantauan ketat agar investor segera masuk ke tahap pembangunan fisik.

Proyek ini berstatus proyek strategis nasional. Cadangan gasnya mencapai sekitar 18,54 trillion cubic feet atau TCF. Angka tersebut setara lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang.

Saat beroperasi penuh, kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day gas pipa, serta sekitar 35.000 barel minyak per hari atau barrel of oil per day kondensat.

Target onstream atau operasi perdana ditetapkan pada 2029. Proyek ini telah ditetapkan sejak September 2017 namun terus tertunda.

Blok Masela juga dirancang sebagai proyek LNG pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi CCS sejak awal pengembangan.

Tag:  #purbaya #perlakukan #inpex #sebagai #investor #spesial #blok #masela

KOMENTAR