Dear Jakmania! Shin Tae-yong Pernah Dipecat 66 Hari Saat Jadi Pelatih Klub Ini
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (Instagram/republikindonesia)
11:24
8 Juni 2026

Dear Jakmania! Shin Tae-yong Pernah Dipecat 66 Hari Saat Jadi Pelatih Klub Ini

Nama Shin Tae-yong kini sedang hangat dibicarakan bakal menjadi pelatih baru Persija Jakarta.

Nah, The Jakmania, kelompok suporter Macan Kemayoran harus tahu juru taktik asal Korea Selatan itu pernah melatih tim dua bulan saja kemudian dipecat karena dianggap gagal.

STY memang sangat melekat dengan Timnas Indonesia. Namun jauh sebelum dikenal luas oleh publik Tanah Air, perjalanan karier pelatih asal Korea Selatan tersebut diwarnai berbagai pengalaman, termasuk episode singkat yang berakhir dengan pemecatan hanya dua bulan setelah menjabat pelatih sebuah klub.

Sepanjang kiprahnya sebagai pelatih, Shin Tae-yong lebih banyak berkarier di level tim nasional dibandingkan klub.

Langkah awalnya di dunia kepelatihan dimulai saat bergabung sebagai asisten pelatih Brisbane Roar pada Juli 2005 hingga Juni 2008.

Kariernya kemudian berlanjut di Seongnam FC, yang saat itu masih bernama Seongnam Ilhwa Chunma.

Shin Tae-yong saat berkunjung ke Candi Borobudur (Instagram/shintaeyong7777)Shin Tae-yong saat berkunjung ke Candi Borobudur (Instagram/shintaeyong7777)

Awalnya berstatus pelatih interim, Shin Tae-yong akhirnya dipercaya sebagai pelatih kepala dan mencatatkan sejumlah prestasi penting.

Bersama Seongnam, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions Asia 2010 serta Piala FA Korea 2011.

Dalam periode tersebut, Shin Tae-yong memimpin tim dalam 190 pertandingan dengan catatan 82 kemenangan, 46 hasil imbang, dan 62 kekalahan.

Setelah meninggalkan Seongnam, kariernya lebih banyak dihabiskan bersama berbagai level Tim Nasional Korea Selatan.

Ia pernah menjadi asisten pelatih tim senior, menangani tim U-23 dan U-20, hingga akhirnya dipercaya memimpin skuad utama Negeri Ginseng.

Salah satu pencapaian terbesar Shin Tae-yong terjadi pada FIFA World Cup 2018. Kala itu, Korea Selatan sukses menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan Timnas Jerman 2-0, hasil yang sekaligus menggagalkan langkah sang juara bertahan ke fase berikutnya.

Pada Januari 2020, Shin Tae-yong menerima tantangan baru setelah ditunjuk PSSI untuk menangani Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur, mulai dari senior, U-23, hingga U-20.

Kebersamaannya dengan skuad Garuda berlangsung selama lima tahun sebelum berakhir pada Januari 2025.

Tak lama setelah meninggalkan Indonesia, Shin Tae-yong mendapat peran baru sebagai Wakil Presiden Korea Football Association pada April 2025.

Pada periode yang sama, ia juga dipercaya menjadi General Manager paruh waktu Seongnam FC.

Meski sempat fokus di luar lapangan, Shin Tae-yong kembali ke dunia kepelatihan ketika menerima tawaran dari Ulsan HD pada Agustus 2025.

Saat itu, Ulsan HD sedang mengalami penurunan performa meski sebelumnya sukses mendominasi kompetisi domestik Korea Selatan dengan menjuarai K League 1 selama tiga musim beruntun pada 2022, 2023, dan 2024.

Awal kepemimpinannya berjalan menjanjikan setelah membawa tim meraih kemenangan tipis 1-0 atas Jeju SK.

Namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Ulsan kemudian mengalami rentetan hasil buruk, termasuk tiga kekalahan beruntun yang membuat tekanan terhadap sang pelatih meningkat.

Dalam total 10 pertandingan bersama Ulsan HD, Shin Tae-yong hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan. Sementara delapan laga lainnya berakhir dengan hasil imbang maupun kekalahan.

Situasi itu membuat manajemen mengambil keputusan cepat. Hanya sekitar dua bulan setelah penunjukannya, Shin Tae-yong harus mengakhiri masa kerjanya lebih cepat bersama Ulsan HD.

Kepergiannya juga diiringi berbagai laporan media Korea Selatan yang menyebut adanya ketegangan dengan sejumlah pemain senior di dalam tim.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu momen paling sulit dalam perjalanan karier kepelatihan Shin Tae-yong.

Meski demikian, rekam jejaknya di level tim nasional, termasuk bersama Indonesia dan Korea Selatan, tetap menjadikannya salah satu pelatih Asia yang memiliki pengalaman paling lengkap di panggung internasional.

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #dear #jakmania #shin #yong #pernah #dipecat #hari #saat #jadi #pelatih #klub

KOMENTAR