Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan
COO Danantara/Kepala BP BUMN Dony Oskaria klaim DSI tak mengambil untung untuk perusahaan, tapi untuk pelayanan ekspor komoditas. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
12:01
8 Juni 2026

Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengelak PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI ambil untung dalam pengelolaan ekspor komoditas.

Menurutnya, pada tahap pertama margin yang didapat DSI dari pengelolaan ekspor komoditas ini untuk pelayanan dan pemantauan ekspor agar sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

Adapun, beroperasinya DSI sebagai perantara ekspor ini tertuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. Terdapat tiga komoditas yang dikelola ekspornya, kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi.

"Tentu yang pertama kita tidak mungkin melakukan itu dan yang dimasukkan dengan margin untuk tahap pertama ini untuk layanan yang kita berikan, hanya layanan. Contohnya misalkan untuk memastikan bahwa itu benar tentu ada inspeksi misalkan," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Dony yang juga Kepala BP BUMN ini menuturkan, DSI bukan calo yang mengambil margin dengan suka-suka dalam pengelolan ekspor komoditas.

"Jadi harganya itu bukan margin, kemudian kita seolah-olah jadi calo ngambil margin itu bukan demikian. Tetapi setiap layanan yang diberikan, kalau nggak ada layanannya maksudnya orang diambil marginnya? Ya nggak begitu, dan pasti bukan demikian," ucapnya.

Dony melanjutkan, fungsi DSI bukan mencari keuntungan dari pengelolaan ekspor komoditas, tetapi bagaimana ekspor tiga komoditas itu dijual dengan harga yang semua.

"Jadi kita tentu-tentu tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Toh tujuan kita sebetulnya adalah bagaimana komoditas kita bisa diekspor dengan banyak maksimal dengan harga yang baik," bebernya.

Dony kembali menegaskan bahwa DSI juga tidak akan menaikkan harga dengan semaunya. Akan tetapi, memastikan harganya sesuai dengan harga pasar.

"Yang diharapkan itu mendapatkan tambahan pendapatan buat negara kita. Jadi tidak pernah terpikirkan kita tiba-tiba menjadi calo harga 5, kemudian kita tambahin 5 lagi kita jual 10, karena nggak laku dong, sekarang sudah ada acuan harga internasionalnya kan. Itu hanya terhadap servis yang di-provide oleh DSI," katanya.

DSI Bisa Atur Harga

SI berhak untuk menentukan harga jual komoditas strategis ke pasar global. Setidaknya, ada tiga komoditas yang harganya akan ditentukan, CPO, batu bara, dan ferroy alloy.

Fungsi DSI ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis.

Dalam beleid yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 itu ditegaskan bahwa komoditas SDA strategis hanya dapat diekspor oleh BUMN yang mendapat penugasan khusus dari pemerintah.

"Dalam pelaksanaan Ekspor Komoditas SDA Strategis oleh BUMN Ekspor sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harga jual Komoditas SDA Strategis ditentukan oleh BUMN Ekspor," demikian bunyi Pasal 3 ayat (2).

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #meski #bisa #tentukan #harga #ekspor #diklaim #akan #ambil #untung #berlebihan

KOMENTAR