11 Tanda Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai, dari Sering BAK hingga Napas Beraroma Buah
- Bagi mereka yang hidup dengan diabetes, memantau kadar gula darah secara berkala telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas harian.
Sementara itu, bagi yang bukan pengidap diabetes kemungkinan besar jarang, atau bahkan tidak pernah, memeriksa kadar gula darah. Padahal, ini tetap diperlukan.
Memantau kadar gula darah, sekaligus memahami tanda-tanda gula darah tinggi, dapat membantumu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter guna menghindari komplikasi yang berpotensi membahayakan nyawa.
Baca juga: Gula Darah Tak Stabil, Penderita Diabetes Kapan Harus Berhenti Puasa?
“Gula darah tinggi, yang juga disebut hiperglikemia, berarti terdapat terlalu banyak glukosa di dalam aliran darah Anda,” kata dokter yang berspesialisasi dalam kesehatan metabolik, Lisa Shah, M.D., dilansir dari Prevention, Selasa (24/2/2026).
Hiperglikemia umumnya terjadi karena tubuh tidak menghasilkan insulin, seperti diabetes tipe 1, tidak menghasilkan cukup insulin, seperti diabetes tipe 2, atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, seperti pradiabetes dan diabetes tipe 2. Namun, kamu tetap bisa mengalami hiperglikemia meskipun tidak menderita diabetes.
Bahaya kadar gula darah tinggi
Apabila dibiarkan tanpa penanganan, kadar gula darah yang melonjak dapat membuatmu merasa letih, lemas, dan mengalami dehidrasi, serta memicu komplikasi yang mengancam jiwa, seperti ketoasidosis diabetik (DKA) dan status hiperglikemik hiperosmolar (HHS).
Ilustrasi diabetes. Federasi Diabetes Internasional menemukan diabetes tipe 5. Jenis diabetes ini dipicu oleh malnutrisi di usia remaja atau dewasa muda.
Namun, dokter spesialis penyakit dalam ahli endokrinologi, dr. Akhil Shenoy, mengungkapkan bahwa kamu mungkin tidak merasakan gejala apapun di awal.
"Hiperglikemia tidak selalu langsung terasa gejalanya. Gejalanya bisa bertahap dan samar," terang dr. Shenoy.
Oleh karena faktor tersebut, para ahli sangat menyarankan pemeriksaan rutin, terutama jika kamu memiliki faktor risiko diabetes. Meskipun tidak memilikinya, kamu harus tetap waspada terhadap gejala gula darah tinggi.
Gejala gula darah tinggi
1. Sering buang air kecil
Apakah kamu terus-menerus harus pergi ke toilet? Hiperglikemia mungkin menjadi penyebabnya.
“Saat gula darahmu tinggi, tubuh bekerja keras untuk menyeimbangkannya," kata dr. Shah.
Ginjal bekerja ekstra keras untuk mencoba membuang kelebihan gula tersebut. Menurut dr. Shenoy, karena ginjal tidak bisa begitu saja mengeluarkan bongkahan gula, mereka akan menarik air untuk ikut keluar bersama gula, yang menyebabkan buang air kecil berlebihan.
Baca juga: Jalan Kaki Setelah Makan, Cara Sederhana untuk Turunkan Gula Darah
Ilustrasi minum air putih. Lonjakan hormon pagi hari dapat meningkatkan gula darah, tetapi kebiasaan ini bisa membantu menstabilkannya.
2. Rasa haus yang meningkat
Tubuh manusia adalah sebuah sistem. Jadi, saat ginjal bekerja membuang kelebihan glukosa, dan kamu mulai lebih sering kencing, kamu juga akan merasa lebih haus.
"Otak mendeteksi glukosa tinggi dan memberi sinyal kepadamu untuk minum lebih banyak air," terang dokter spesialis penyakit dalam ahli endokrinologi di Unified Endocrine and Diabetes Care, dr. Chhaya Makhija, M.D..
Kamu juga mungkin menyadari diri lebih sering mengambil botol minum, dan merasakan gejala dehidrasi seperti badan lemas dan mulut kering.
3. Kelelahan
Hiperglikemia dapat membuatmu merasa tidak berdaya, kelelahan, dan merasa tidak seperti dirimu yang biasanya.
"Kamu mungkin merasa lelah, letih, atau lesu.. Kamu mungkin merasa linglung atau sulit berkonsentrasi pada sesuatu. Secara umum, kamu akan merasa ada yang tidak beres," tutur dr. Shah.
Penting untuk dicatat bahwa kelelahan adalah tanda dari banyak kemungkinan kondisi kesehatan. Jadi, jika kamu hanya merasa lelah dan pusing, kecil kemungkinan gula darahmu adalah penyebabnya.
Baca juga: 6 Kebiasaan di Malam Hari untuk Jaga Gula Darah Tetap Stabil
Ilustrasi lelah. Ilustrasi orang dengan IQ rendah.
Namun, jika rasa lelah itu muncul bersamaan dengan gejala gula darah tinggi lainnya, itu bisa menjadi petunjuk penting.
4. Selalu merasa lapar
Ketika kadar gula darah tinggi, glukosa menjadi "terjebak" di dalam aliran darah
"Sementara itu, sel-sel tubuh, seperti otak, jantung, dan sel otot, tidak menerima gula yang dibutuhkan untuk fungsi normal,” jelas dr. Shenoy
Tubuhmu mungkin mencoba mengimbanginya dengan masuk ke "mode kelaparan," yang membuatmu merasa lebih lapar dari biasanya, bahkan sesaat setelah kamu makan.
5. Penurunan berat badan
Gula darah tinggi dapat memicu penurunan berat badan yang drastis dan tidak dapat dijelaskan karena beberapa alasan berbeda.
Saat tubuh tidak bisa mengandalkan glukosa untuk energi, ia mulai membakar lemak dan otot sebagai gantinya. Namun, dr. Shenoy mengatakan bahwa ini adalah jenis penurunan berat badan yang tidak sehat.
Frekuensi buang air kecil yang meningkat serta dehidrasi, juga dapat berkontribusi pada penurunan berat badan menurut dr. Makhija.
Baca juga: Gula Darah Turun di Bawah 60, Penderita Diabetes Harus Segera Batalkan Puasa
6. Pandangan kabur
Ilustrasi mata buram tidak pakai kacamata.
Kadar glukosa yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf di seluruh tubuh, termasuk mata.
Bagian mata yang disebut makula bisa membengkak akibat pembuluh darah yang bocor, yang mengakibatkan penglihatan menjadi buram.
Retinopati diabetik dapat terjadi setelah periode gula darah tinggi yang sangat lama. Hal ini menyebabkan pembuluh darah bocor atau tumbuhnya pembuluh darah baru yang tidak normal, dan cenderung memicu kebutaan.
Namun, itu adalah skenario terburuk dan biasanya membutuhkan waktu lama untuk terjadi. Hiperglikemia dapat membuat penglihatanmu kabur, hanya karena kondisi tersebut menyebabkan dehidrasi.
Baca juga: 15 Cara Alami Mengendalikan Kadar Gula Darah
"Dehidrasi memengaruhi mata, terutama retina, yang memiliki kaya akan pasokan darah," ucap dr. Makhija.
Saat kekurangan cairan, mata mungkin menjadi buram. Ini biasanya merupakan kondisi sementara. Namun, dr. Shenoy menambahkan, jika kadar gula tetap tinggi selama bertahun-tahun, mata bisa mengalami kerusakan permanen.
7. Sering terkena infeksi
Gula darah tinggi yang bersifat kronis "mengganggu respons imun," sehingga tubuh menjadi lebih sulit untuk melawan infeksi.
Ilustrasi luka.
Selain itu, dr. Makhija menambahkan bahwa kondisi dehidrasi yang terjadi terus-menerus tentu tidak membantu. Karena hal ini, kamu mungkin jadi lebih sering jatuh sakit, dan sembuh lebih lama dari biasanya.
Baca juga: 7 Buah Rendah Gula yang Tidak Bikin Gula Darah Melonjak
8. Luka yang lama sembuh
Karena hiperglikemia berdampak pada respons imun, hal itu juga dapat menyulitkan tubuh untuk menyembuhkan luka dan memar.
"Gula darah tinggi yang kronis juga dapat memicu sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf, yang dapat mengurangi kesadaran akan cedera dan menunda penyembuhan, sehingga memperparah masalah tersebut," ucap dr. Makhija.
9. Napas beraroma buah
Napas beraroma buah bukan sekadar tanda gula darah tinggi, tetapi ini adalah gejala DKA, sebuah komplikasi hiperglikemia yang berbahaya.
"Saat tubuh mulai membakar protein dan lemak untuk energi, ia melepaskan keton," jelas dr. Makhija.
Salah satu keton ini, yaitu aseton, dapat membuat napas berbau seperti buah atau logam, dan itu adalah tanda peringatan bahwa kamu perlu segera menemui dokter. DKA yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian. Jadi, segera pergi ke unit gawat darurat.
10. Kebingungan
Gula darah tinggi juga dapat menyebabkan rasa lelah dan kabut otak Jika gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah, dan kamu merasa bingung, kehilangan arah, atau mengigau, kamu mungkin membutuhkan perawatan medis segera.
Ilustrasi
Perubahan status mental ini mungkin merupakan gejala DKA atau HHS, yang merupakan komplikasi hiperglikemia yang berpotensi mengancam nyawa.
Baca juga: Gula Darah Bisa Naik sebelum Sarapan, Ini 6 Rutinitas Pagi yang Disarankan Dokter
11. Sakit perut
Mual, muntah, dan kram perut adalah tanda-tanda peringatan DKA. Ketika tubuh tidak dapat mengandalkan glukosa untuk energi, ia mulai membakar lemak dan protein, dan melepaskan keton dalam prosesnya.
Saat keton tersebut menumpuk di saluran pencernaan, mereka dapat membuat perutmu sakit.
"Jika kamu mengalami mual, muntah, sakit perut, atau kabut mental, periksa ketonmu dan cari perawatan darurat," imbau dr. Makhija.
Sekali lagi, gejala pencernaan bisa memiliki berbagai penyebab. Namun, jika kamu merasakannya bersamaan dengan tanda-tanda lain dalam daftar ini, mungkin ada baiknya membeli strip tes mandiri di apotek yang dapat mengukur keton dalam urine.
Tag: #tanda #gula #darah #tinggi #yang #perlu #diwaspadai #dari #sering #hingga #napas #beraroma #buah