Tantangan Dirtek Persib Beri Jam Terbang untuk Talenta Lokal di Super League
Persib Bandung dikenal sebagai tim yang kerap mengorbitkan pemain-pemain muda binaan akademi sendiri ke tim utama.
Namun, ke mana pemain-pemain ini berlabuh? Direktur Teknik Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, ungkap tantangan tersendiri dalam memunculkan nama-nama potensial yang bakal jadi tulang punggung klub di masa depan.
Regulasi kuota 11 pemain asing di liga dinilai kurang ramah bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan kesempatan.
Mereka dibilang perlu bersaing dan meningkatkan performa. Namun, tanpa menit bermain atau jam terbang, Djadjang menilai level permainan tak akan berkembang.
“Saya setuju dengan statement bahwa jadi kesulitan tersendiri karena regulasi di Liga 1-nya sendiri, sekarang selalu bertambah pemain asingnya, sehingga kesempatan untuk pemain-pemain lokalnya semakin berkurang,” kata sosok yang akrab disapa Djanur ini.
Baca juga: Djanur Soroti Penampilan Persib Bandung di ACL 2 2025-2026
Pada level ini setiap pelatih klub dituntut pencapaian prestasi. Mereka pun akan menurunkan amunisi terbaik dalam diri pemain asing, tak peduli kesempatan pemain lokal berkurang.
Musim ini tim muda Persib mempromosikan Rhaka Syafaka (PG), Kevin Pasha, Nazriel Alfaro, dan Athaya Zahran. Kenyataannya memang sulit bagi mereka bersaing menembus tim inti di tengah tuntutan prestasi.
Mereka hanya bisa berharap tampil bermain reguler di kompetisi kategori umur atau kompetisi Elite Pro Academy yang rutin digelar PSSI dan liga.
“Ya, termasuk pemain-pemain yang didorong dari EPA U20 ke senior, ini menjadi kesulitan tersendiri. Walaupun kita bisa mendorong dua-tiga pemain (ke senior) mereka hanya sebagai ikut latihan saja,” terang Djanur dalam sesi wawancara dengan KOMPAS.com.
Baca juga: AFC Puji Peran Persib dan Dewa United, Liga Indonesia Tembus 18 Besar Asia
Lebih lanjut, ia mengaku pernah membahasnya dengan manajemen klub, tentang bagaimana pemain muda bisa lebih bisa bersaing di level kompetisi Super League 2025-2026.
Menurutnya harus ada solusi agar kompetisi domestik jadi tempat pemain-pemain pribumi meniti karier sebagai pemain profesional dan kelak jadi tumpuan Timnas Indonesia.
“Itu sudah saya sampaikan kepada manajemen, bagaimana ini harus ada solusi, harus ada jalan keluar. Karena memang pemain tidak cukup hanya dengan latihan, butuh main,” sebut Djanur.
“Kalau masuk ke tim atau skuad senior hanya untuk berlatih saja tanpa mendapatkan menit bermain, saya pikir prestasi mereka akan stagnan di situ,” nilainya.
Baca juga: Reaksi Dion Markx Usai Debut dan Disulap Jadi Bek Kanan Persib Bandung
Djanur Harap Pemain Muda Persib Berkembang
Aksi personel Timnas U17 Indonesia bersama klub Persib Bandung Nazriel Alfaro ketika memberi umpan kunci untuk ciptakan peluang pada laga melawan Borneo FC Samarinda, Jumat (5/12/2025) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam pekan tunda Super League 2025-2026.
Djanur berharap ke depannya akan ada solusi bahkan dari federasi agar mimpi dan kerja keras pemain-pemain muda bisa berkiprah di liga domestik tak sia-sia.
Djanur mengutarakan, ia hanya ingin pemain-pemain ini dapat kesempatan menunjukkan kemampuan, berkontribusi untuk tim dan akhirnya bermuara jadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.
“Ini harus sesuatu yang harus dipikirkan oleh manajemen atau oleh federasi. Bagaimana jalan keluarnya supaya pemain-pemain muda kita terus berkembang dan terus bisa berkontribusi dan akhirnya nanti berlabuh ke tim nasional,” harapnya.
Skuad Persib asuhan Bojan Hodak saat ini punya dua nama talenta murni binaan Persib yang kerap dipasang jadi starting line up, yakni Kakang Rudianto dan Beckham Putra.
Nama-nama tersebut mampu bersaing di tengah hegemoni pemain naturalisasi dan regulasi 11 pemain asing yang diberlakukan liga domestik.
Tag: #tantangan #dirtek #persib #beri #terbang #untuk #talenta #lokal #super #league