Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Suara.com/Lilis Varwati)
17:00
24 Februari 2026

Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri

Baca 10 detik
  • Menko PMK meminta duta besar Indonesia menyiapkan skema bisnis detail untuk pekerja migran dalam program SMK Go Global.
  • Rapat dengan Menteri P2MI membahas prospek pasar serta persiapan pemberangkatan tenaga kerja lulusan minimal SMK/SMA.
  • Program ini menargetkan pengiriman 300 ribu hingga 500 ribu lulusan SMA/SMK ke luar negeri untuk keahlian khusus.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta para duta besar Indonesia di berbagai negara untuk menyiapkan skema bisnis yang tepat bagi pekerja migran RI. Arahan itu disampaikan seiring adanya program SMK Go Global untuk meningkatkan peluang lulusan sekolah menengah dalam negeri agar dapat bekerja di luar negeri.

Cak Imin menyampaikan bahwa dirinya bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) akan segera menggelar rapat dengan para duta besar, baik secara daring maupun tatap muka.

Rapat tersebut akan membahas prospek pasar serta persiapan pemberangkatan tenaga kerja dengan keterampilan minimal lulusan SMK dan SMA.

"Sehingga saya sampaikan kepada para duta-duta besar di berbagai negara untuk segera menyiapkan satu skema bisnis proses yang lebih detail agar masing-masing duta besar melaporkan kepada kami berdua berapa persiapan tenaga kerja mikran kita yang bisa direkrut," kata Cak Imin usai rapat dengan Menteri P2MI di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Cak Imin menekankan bahwa program tersebut dikhususkan bagi calon pekerja dengan tingkat pendidikan minimal SMK atau SMA.

"Di bawah SMK-SMA kita tidak ikut merekomendasikan," imbuhnya.

Alasannya, lanjut Cak Imin, dengan tingkat pendidikan yang lebih baik diharapkan pekerja migran Indonesia dapat memperoleh pekerjaan di bidang keahlian khusus, bukan sekadar pekerjaan domestik.

Oleh sebab itu, ia juga meminta lembaga pelatihan serta lembaga pendidikan vokasi, baik milik swasta maupun kementerian, untuk terus menyiapkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan calon pekerja migran. Menurut Cak Imin, keahlian khusus yang belakangan banyak dibutuhkan secara global antara lain welder, bidang hospitality, serta tenaga kesehatan.

"Kami juga terus mendorong agar ekosistem lembaga pelatihan peningkatan mutu kurikulum SMK yang berkelas internasional. Standardnya kita akan minta supaya SMK yang memang menyiapkan pekerja mikran di luar negeri mengikuti standard yang sertifikat," ucapnya.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan dapat mengirim sekitar 300 ribu hingga 500 ribu lulusan SMA/SMK untuk bekerja ke luar negeri.

Editor: Bella

Tag:  #fokus #lulusan #inilah #syarat #baru #pemerintah #agar #bisa #kerja #luar #negeri

KOMENTAR