Juventus Dibantai Galatasaray 2-5, Luciano Spalletti Ngamuk: Kami Mundur Tiga Langkah!
Pelatih Luciano Spalletti tak menahan kekecewaannya usai Juventus dihajar Galatasaray dengan skor telak 2-5 pada leg pertama play-off Liga Champions di Istanbul, Rabu (18/2) dinihari WIB. [Instagram Galatasaray]
10:06
18 Februari 2026

Juventus Dibantai Galatasaray 2-5, Luciano Spalletti Ngamuk: Kami Mundur Tiga Langkah!

Baca 10 detik
  • Juventus kalah telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama play-off Liga Champions di Istanbul, Rabu (18/2).
  • Pelatih Luciano Spalletti menilai performa timnya mengalami kemunduran signifikan pasca jeda babak pertama.
  • Spalletti menyoroti kesalahan bertahan fatal dan hilangnya karakter tim sebagai penyebab kekalahan memalukan tersebut.

Pelatih Luciano Spalletti tak menahan kekecewaannya usai Juventus dihajar Galatasaray dengan skor telak 2-5 pada leg pertama play-off Liga Champions di Istanbul, Rabu (18/2) dinihari WIB.

Menurut Spalletti, performa Si Nyonya Tua bukan sekadar kemunduran kecil, melainkan kemunduran besar.

“Ini bukan satu langkah mundur, tapi tiga langkah mundur malam ini,” tegas Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Juventus sebenarnya tampil menjanjikan di babak pertama.

Setelah tertinggal lebih dulu lewat gol Gabriel Sara, Bianconeri mampu membalikkan keadaan berkat dua gol Teun Koopmeiners dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-1.

Namun, semuanya berubah drastis selepas jeda.

Masuknya Juan Cabal menggantikan Andrea Cambiaso, justru menjadi titik balik negatif. Cabal melakukan dua kesalahan fatal yang berujung gol, sebelum akhirnya menerima kartu merah.

Bermain dengan 10 orang, Juventus tak berdaya. Noa Lang mencetak dua gol, sementara Davinson Sanchez dan Sacha Boey turut menambah penderitaan Si Nyonya Tua.

Spalletti mengakui timnya terlalu sering menciptakan masalah sendiri, terutama dalam fase bertahan.

“Jika kami tidak bermain dengan standar kualitas kami, maka kami selalu berisiko kebobolan,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan bertahan total bukan solusi bagi Juventus saat ini.

“Jika kami hanya membuat barikade dan menunggu serangan balik, kami tidak punya pemain yang cocok untuk itu. Serangan adalah bentuk pertahanan terbaik.”

Spalletti tetap ingin timnya bermain dari kaki ke kaki, tetapi menegaskan ada situasi tertentu yang menuntut pragmatisme.

“Dalam situasi bahaya ekstrem, Anda harus buang bola. Tidak semua situasi sama.”

Selain kesalahan teknis, Spalletti juga menyoroti aspek karakter.

“Kami kehilangan karakter. Bukan hanya soal kartu merah, seluruh tim mundur beberapa langkah dalam banyak hal.”

Ia menilai keputusan pergantian pemain sebenarnya untuk meredam risiko kartu kedua, namun justru memperburuk keadaan ketika pemain pengganti ikut diusir.

Kontributor: Azka Putra

Editor: Galih Prasetyo

Tag:  #juventus #dibantai #galatasaray #luciano #spalletti #ngamuk #kami #mundur #tiga #langkah

KOMENTAR