Sakit Diabetes Boleh Puasa? Dokter Ungkap Syarat dan Risiko yang Wajib Diwaspadai
Ilustrasi puasa. Penderita diabetes tetap bisa berpuasa, tetapi ada syarat penting dan risiko serius yang perlu diketahui agar tidak membahayakan kesehatan.(Pexels/Gül I??k)
11:40
18 Februari 2026

Sakit Diabetes Boleh Puasa? Dokter Ungkap Syarat dan Risiko yang Wajib Diwaspadai

Penderita diabetes tetap bisa berpuasa, tetapi harus memastikan kondisi gula darahnya aman sebelum memulai.

Dokter Bramantya Wicaksana, Sp.PD, K-AI, mengatakan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek apakah gula darah sudah terkontrol.

“Persiapan yang paling diperlukan adalah mengetahui status gula darahnya, apakah sudah terkontrol atau belum,” ujar dr.Bramantya saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Mengapa GERD dan Maag Sering Kambuh Saat Puasa? Ini Kata Dokter

Ia menjelaskan, pasien dengan gula darah yang masih dalam kategori sangat tinggi atau kritis sebaiknya menunda puasa terlebih dahulu.

“Jika gula darahnya termasuk kategori kritis, maka sebaiknya tunda dahulu puasanya. Setelah sudah terkendali, maka dapat berpuasa,” jelas dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi-imunologi RSU Hasanah Graha Afiah Depok ini.

Tidak semua penderita diabetes dilarang puasa

Menurut dr.Bramantya, secara umum orang dengan diabetes tetap dapat menjalankan puasa selama tidak berada dalam kondisi gula darah yang sangat tinggi. Namun, rencana puasa harus dikomunikasikan lebih dulu kepada dokter.

“Pada umumnya, orang dengan diabetes dapat berpuasa dan wajib mengomunikasikan hal ini kepada dokter. Selama dia tidak masuk dalam kategori kritis, dia masih bisa berpuasa,” katanya.

Dokter akan menilai kondisi pasien dan menyesuaikan terapi agar tetap aman selama puasa.

Baca juga: Vertigo Kambuh Saat Puasa, Berkaitan dengan Pola Tidur dan Dehidrasi

Risiko gula darah terlalu rendah dan terlalu tinggi

Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes tetap bisa berpuasa, tetapi ada syarat penting dan risiko serius yang perlu diketahui agar tidak membahayakan kesehatan.Freepik Ilustrasi diabetes. Penderita diabetes tetap bisa berpuasa, tetapi ada syarat penting dan risiko serius yang perlu diketahui agar tidak membahayakan kesehatan.

Risiko yang paling sering muncul saat penderita diabetes berpuasa adalah gula darah terlalu rendah dan gula darah terlalu tinggi.

Gula darah terlalu rendah sering terjadi pada pasien yang menggunakan insulin tetapi tidak menyesuaikan dosis dengan perubahan pola makan saat puasa.

“Biasanya terjadi pada orang dengan diabetes yang menggunakan insulin, mereka menggunakan dosis insulin yang sama namun dengan porsi makan yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan gula darah yang turun melampaui batas toleransi,” ujar dr.Bramantya.

Sementara itu, gula darah terlalu tinggi juga bisa terjadi dan membuat tubuh terasa sangat lemas, cepat lelah, serta tidak mampu melakukan aktivitas ringan sehari-hari. Kedua kondisi ini berbahaya jika tidak segera ditangani.

Baca juga: Ramadhan Tanpa Drama, Ini Cara Mengenalkan Puasa pada Anak Menurut Psikolog

Segera batalkan puasa jika muncul gejala

Penderita diabetes tidak boleh memaksakan diri saat muncul tanda gula darah tidak normal. Gejala gula darah terlalu rendah antara lain:

  • Sangat lemas 
  • Tidak sadarkan diri
  • Berkeringat berlebihan

Gejala gula darah terlalu tinggi meliputi:

  • Sangat lemas
  • Cepat lelah
  • Tidak mampu melakukan aktivitas ringan

Dalam kondisi tersebut, puasa harus segera dibatalkan demi keselamatan.

Baca juga: 5 Tips Persiapan Kesehatan dan Mental Selama Bulan Puasa

Perhatikan porsi makan dan kebutuhan kalori

Puasa bukan berarti mengurangi makan tanpa perhitungan. Penderita diabetes tetap harus memenuhi kebutuhan kalori harian agar gula darah tetap stabil.

“Syarat puasa bagi orang dengan diabetes adalah mengetahui porsi makan, mereka tetap perlu memenuhi kebutuhan kalori harian dan kemudian menerjemahkannya dalam makanan,” jelas Bramantya.

Setelah mengetahui kebutuhan kalori, jenis dan jumlah makanan saat sahur dan berbuka dapat disesuaikan.

Baca juga: Kesalahan Sahur yang Bikin Tubuh Cepat Lemas Saat Puasa, Apa Saja?

Penyesuaian obat dan insulin harus lewat dokter

Pengaturan obat juga perlu diperhatikan selama puasa. Obat yang biasanya diminum tiga kali sehari bisa diubah menjadi dua kali sehari dengan dosis yang sama, atau satu kali dosis dilewatkan saat puasa.

Penyesuaian tersebut harus berdasarkan penilaian dokter.

“Terkait insulin, umumnya disesuaikan dosisnya, diturunkan sebanyak 15 sampai 30 persen, namun hal ini harus dikonsultasikan dengan dokter yang merawat,” kata Bramantya.

Penurunan dosis insulin bertujuan mencegah gula darah turun terlalu rendah selama puasa. Puasa bagi penderita diabetes dapat dilakukan dengan aman selama kondisi gula darah terkontrol dan pengobatan disesuaikan dengan arahan dokter.

Konsultasi medis sebelum berpuasa menjadi langkah penting agar ibadah tetap berjalan tanpa membahayakan kesehatan.

Baca juga: Waktu yang Tepat bagi Anak untuk Mulai Belajar Puasa, Ini Saran Dokter

Tag:  #sakit #diabetes #boleh #puasa #dokter #ungkap #syarat #risiko #yang #wajib #diwaspadai

KOMENTAR