Man United Cetak Gol Set Piece Berkelas, Mulai Dibandingkan dengan Arsenal
Momen selebrasi gol Bryan Mbeumo (kanan) bersama Amad Diallo (Kir) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Foto oleh Darren Staples / AFP) (AFP/DARREN STAPLES)
08:58
8 Februari 2026

Man United Cetak Gol Set Piece Berkelas, Mulai Dibandingkan dengan Arsenal

- Pelatih interim Man United, Michael Carrick, memberikan penghargaan kepada sejumlah individu yang berkontribusi terhadap gol set piece menawan ke gawang Tottenham.

Bryan Mbeumo mengemas gol yang diawali skema set piece rapi saat melawan Tottenham Hotspur.

Setan Merah pun berhasil meneruskan laju positif mereka di bawah arahan Michael Carrick.

Pada laga Liga Inggris yang dihelat di Stadion Old Trafford pada Sabtu (7/2/2026), Man United mencatatkan kemenangan 2-0.

Ini adalah kemenangan keempat secara berturut-turut MU sejak diarsiteki Michael Carrick.

Baca juga: Man United Vs Tottenham 2-0: Carrick Ungkap Sosok Kunci di Balik Set Piece Rapi MU

Gol pembuka bagi tim tuan rumah tercipta melalui skema set-piece yang unik, dimulai dari sepak pojok. Kapten Bruno Fernandes mengambil tendangan penjuru di sisi kanan pertahanan Spurs.

Alih-alih mengarahkan bola ke arah kerumunan pemain di depan gawang, Fernandes memberikan umpan datar kepada Kobbie Mainoo yang berada di luar area kotak lima meter.

Dengan sekali sentuhan, Mainoo mengoperkan bola kepada Mbeumo. Pemain asal Kamerun itu menempatkan diri di luar kotak penalti tanpa pengawalan.

Saat bola datang, Mbeumo berlari memasuki area penalti dan melepaskan tembakan mendatar ke gawang.

Bola hasil tendangannya bergerak pelan namun tepat sasaran, melewati para pemain lawan dan masuk ke pojok bawah gawang, tidak dapat dijangkau oleh kiper Spurs, Guglielmo Vicario.

Baca juga: Michael Carrick Lakukan Sesuatu yang Tak Pernah Dilakukan Ruben Amorim di Man United

Gol yang dihasilkan dari tiga sentuhan dalam skema set-piece yang terencana ini diakui sebagai hasil dari latihan rutin tim di Carrington.

Peran Jonny Evans

Michael Carrick memuji sosok yang berperan penting dalam pengasahan teknik sepak pojok, yakni mantan bek Man United Jonny Evans dan analis klub, Kaita Hasegawa.

"Ya, itu (hasil pekerjaan) Jonny, dia sudah lama memperhatikan taktik set-piece, dan Kaita," tutur Carrick, seperti yang dilansir dari laman resmi klub.

"Jadi, bagus kalau semuanya berjalan lancar. Tentu saja kami semua punya ide yang berbeda, tapi para pemain melakukannya dengan sangat baik."

“Bruno, Kobbie, dan Bryan berhasil (berperan) mencetak gol, jadi kami sangat senang dengan itu."

"Saya tidak akan mengatakan dia (Jonny) adalah pelatih set-piece, tapi dia juga memperhatikan hal itu seperti kami semua."

Baca juga: Hasil Manchester United vs Tottenham 2-0: Setan Merah Mendominasi

"Jonny telah bekerja keras dengan para pemain dan mendapatkan hasilnya, jadi kami sangat senang."

“Kami menjalani setiap pertandingan dengan beberapa ide, dan ketika Anda melihatnya berhasil sebaik itu, gol tersebut adalah yang pertama dan sangat penting," tutupnya.

Sementara itu, Mbeumo merasa bersyukur karena metode latihan mereka membuahkan hasil dalam laga tersebut.

"Ya, kami berlatih kombinasi set-piece (seperti itu) di Carrington, tapi gagal karena saya hanya menendang bola ke udara," tuturnya.

"Tapi hari ini adalah yang paling penting dan kami sangat senang dengan golnya," ungkapnya.

Beberapa media Inggris dan netizen pun mulai membandingkan cara gol sepak pojok Man United dengan rival mereka, Arsenal, yang dikenal sangat efektif dalam situasi serupa.

Namun, The Gunners sering kali dikritik karena metode bola mati mereka yang dianggap kurang elegan.

Pemain Arsenal kerap memenuhi area depan gawang dengan tujuan menghalangi gerakan kiper dan sering terlibat dalam aksi saling dorong untuk mengganggu fokus lawan.

Gabriel Marcotti, seorang kolumnis ESPN, bahkan menilai bahwa metode eksploitasi sepak pojok semacam itu telah merusak permainan sepak bola.

"Kotak penalti menjadi kumpulan kekacauan para pemain yang saling memegang, menarik baju, dan menggunakan teknik jiu-jitsu untuk mendapatkan keunggulan," tulisnya.

"Pria dewasa yang bergulat, saling menarik, dan mendorong bukanlah bagian dari permainan," tambahnya.

Tag:  #united #cetak #piece #berkelas #mulai #dibandingkan #dengan #arsenal

KOMENTAR