Tolak Tren 'Pulang Kampung', Elkan Baggott Pilih Jalan Terjal Bertahan di Kompetisi Inggris
Elkan Baggott pilih bertahan di Inggris meski banyak pemain keturunan ke Liga 1. Simak perjuangannya jaga standar karier Eropa di Ipswich Town. (IG Elkan Baggott)
11:00
5 Februari 2026

Tolak Tren 'Pulang Kampung', Elkan Baggott Pilih Jalan Terjal Bertahan di Kompetisi Inggris

Baca 10 detik
  • Elkan Baggott memilih bertahan di kompetisi Inggris demi menjaga standar karier tinggi, berbeda dengan tren pemain keturunan yang pindah ke Liga Indonesia.
  • Masih terikat kontrak dengan Ipswich Town hingga 2028, Elkan harus bersabar menghadapi siklus peminjaman ke berbagai klub untuk mendapatkan jam terbang.
  • Meski sudah lama absen membela Timnas Indonesia sejak Piala Asia 2023, suporter tetap berharap Elkan sukses menempa mentalitasnya di Eropa.

Di tengah gelombang pemain keturunan yang ramai-ramai hijrah ke kompetisi domestik Indonesia, Elkan Baggott memilih mengambil jalan yang berbeda dan sunyi.

Bek jangkung tersebut menunjukkan keteguhan hati untuk tetap bertahan di Eropa, menolak godaan kenyamanan bermain di BRI Super League seperti rekan-rekan seangkatannya.

Keputusan ini menjadi bukti nyata ambisi Elkan untuk menjaga standar karier profesionalnya agar tetap berada di level tertinggi sepak bola dunia.

Saat ini, pemain kelahiran Bangkok tersebut masih terikat kontrak jangka panjang dengan klub Liga Inggris, Ipswich Town, hingga Januari 2028.

Namun, perjuangannya menembus skuad utama The Tractor Boys bukanlah hal yang mudah dan penuh dengan tantangan berat.

Di usianya yang menginjak 23 tahun, Elkan lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pemain pinjaman di berbagai klub untuk mematangkan kemampuan.

Tercatat, ia sudah pernah "disekolahkan" ke empat klub berbeda, mulai dari Blackpool, Gillingham, Cheltenham Town, hingga Bristol Rovers.

Manajer Ipswich Town, Kieran McKenna, baru-baru ini memberikan sinyal bahwa opsi peminjaman kembali terbuka pada bursa transfer Januari 2026.

Minimnya badai cedera di skuad utama Ipswich membuat pemain pelapis seperti Elkan harus memiliki kesabaran ekstra untuk mendapatkan menit bermain.

Situasi pelik ini menuntut mentalitas baja dari sang pemain agar tetap konsisten menjaga performa dan kedisiplinan meski kerap berpindah tim.

Di level internasional, Elkan sejatinya pernah menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang Timnas Indonesia dengan catatan 23 caps dan dua gol.

Kemampuan duel udaranya yang mumpuni sempat menjadikannya salah satu bek dengan karakter terkuat di Skuad Garuda.

Sayangnya, sejak perhelatan Piala Asia 2023, nama Elkan Baggott belum kembali menghiasi daftar panggil Timnas Indonesia.

Meski demikian, publik sepak bola Tanah Air masih menaruh harapan besar agar ia bisa sukses menaklukkan kerasnya kompetisi di Inggris.

Kegigihan Elkan untuk tetap berkarier di Eropa menjadi manifestasi nyata dari tekadnya untuk tidak menurunkan standar kualitas permainannya.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #tolak #tren #pulang #kampung #elkan #baggott #pilih #jalan #terjal #bertahan #kompetisi #inggris

KOMENTAR