Tantangan Nyata John Herdman di Timnas Indonesia: Filosofi Permainan, Tekanan Asia, dan Target Piala Dunia 2030
John Herdman saat menjadi pelatih kepala Toronto FC berbicara pada konferensi pers di acara MLS media day di Miami Convention Center pada 11 Januari 2024 di Miami, Florida. Terkini, PSSI mengumumkan kedatangan pelatih asal Inggris tersebut sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.(Getty Images via AFP/RICH STORRY)
10:41
4 Januari 2026

Tantangan Nyata John Herdman di Timnas Indonesia: Filosofi Permainan, Tekanan Asia, dan Target Piala Dunia 2030

- Kehadiran John Herdman sebagai pelatih timnas Indonesia membawa ekspektasi besar. Terutama terkait ambisi jangka panjang menembus Piala Dunia 2030, namun jalan yang harus ia bakal tempuh dinilai tidak akan mudah.

Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai bahwa pelatih dengan rekam jejak mentereng ini bakal menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan pengalaman-pengalamannya sebelumnya.

Dari sisi pola permainan, ia melihat adanya kecocokan antara John Herdman dengan karakter yang digunakan Timnas Indonesia saat ini.

“Nah kalau saya lihat cocok karena dia menggunakan pola 3-4-2-1 sama seperti yang digunakan biasa digunakan Indonesia termasuk saat era Shin Tae-yong,” kata pengamat yang akrab disapa Bung GAZ kepada Kompas.com.

Kesamaan sistem permainan tersebut dinilai bisa mempermudah proses adaptasi pemain, terutama pada fase awal kepemimpinan pelatih asal Inggris itu.

Apalagi, ia disebut telah mengalami evolusi dalam pendekatan taktiknya setelah kegagalan di Piala Dunia 2022.

“Akhir-akhir ini dengan Toronto dia lebih mengedepankan pertahanan dan dia lebih memilih pemain-pemain yang mampu bertahan setelah kegagalannya di Piala Dunia 2022 dengan kalah 3 kali di babak penyisihan grup,” imbuhnya.

Meski demikian, perubahan tersebut tidak membuatnya lepas dari sorotan karena menilai ada catatan penting dalam hal manajemen pertandingan.

“Hanya saja dia dianggap tidak punya in game manajemen bagus, artinya saat dia mentok tidak punya second plan. Makanya media Swiss menyebutnya dia tidak beda dengan Patrick Kluivert. Tapi beda sebenarnya,” ujar Gita Suwondo.

Konteks Kegagalan Herdman dan Kluivert Berbeda

Menurutnya, konteks kegagalan John Herdman dan Patrick Kluivert tidak bisa disamakan.

“Dia mentoknya pada saat menghadapi lawan yang berat kaya Kroasia, Maroko dan Belgia, bukan saat di babak kualifikasi,” jelasnya.

Tantangan terbesarnya bersama timnas Indonesia, menurutnya justru terletak pada persaingan di level Asia.

Ia membandingkan situasi yang dihadapi pelatih berusia 50 tahun saat menangani Kanada dengan kondisi Indonesia saat ini.

Pesepak bola timnas Indonesia Kevin Diks (kanan) bersama rekannya Ragnar Oratmangoen (kiri) berselebrasi usai mencetak gol penalti ke gawang Arab Saudi.ANTARA FOTO/HO-PSSI via BBC INDONESIA Pesepak bola timnas Indonesia Kevin Diks (kanan) bersama rekannya Ragnar Oratmangoen (kiri) berselebrasi usai mencetak gol penalti ke gawang Arab Saudi.

“Kalau target kita lolos ke kualifikasi piala dunia 2030 berhadapan dengan tim-Tim besar Asia ya harus dilihat lagi apakah dia mampu atau tidak,” kata mantan jurnalis olahraga senior itu.

“Tapi mungkin bedanya menangani timnas Kanada artinya saingannya CONCACAF untuk lolos Piala Dunia hanya Amerika Serikat dan Meksiko tidak ada yang lain karena kuotanya 3,” imbuhnya.

Apalagi kondisi tersebut sangat berbeda dengan Indonesia yang harus bersaing dengan tim-tim papan atas Asia.

Untuk itu ujian awalnya akan langsung terasa dalam sejumlah agenda penting ke depan.

“Tapi di Indonesia harus berhadapan dengan timnas raksasa-raksasa Asia, kita kan tidak nomor 3 kedudukannya di Asia. Itu saja yang akan berat, ujian utamanya FIFA Series bulan Maret, Piala AFF dan Piala Asia,” katanya lagi.

Ia pun menegaskan bahwa standar prestasi timnas Indonesia harus dinaikkan jika ingin mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia.

“Targetnya bukan 16 besar lagi ya kita harus 8 besar. Kan lucu juga target hanya 16 besar Asia tapi berkeinginan lolos ke Piala Dunia 2030,” kata Gita Suwondo.

“Karena kalau ingin lolos Piala Dunia nanti harus berada di 8 besar tidak boleh 16 besar saja jadi itu yang akan menjadi pekerjaan rumah John Herdman nanti,” pungkasnya.

Tag:  #tantangan #nyata #john #herdman #timnas #indonesia #filosofi #permainan #tekanan #asia #target #piala #dunia #2030

KOMENTAR