Waspadai Pubertas Dini pada Anak, Bisa Pengaruhi Mental dan Perilaku
– Mengapa sebagian remaja lebih rentan mengalami gangguan mental dan perilaku berisiko?
Selama ini, para peneliti telah mengaitkannya dengan berbagai faktor, mulai dari pola asuh hingga faktor genetik.
Namun, studi terbaru menyoroti faktor lain yang semakin mendapat perhatian, yaitu pubertas dini.
Pubertas dini umumnya terjadi sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum 9 tahun pada anak laki-laki. Kondisi ini, terutama pada anak perempuan, dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental hingga penggunaan obat psikiatri.
Baca juga: Usia Pubertas Normal pada Anak dan Kapan Perlu Diwaspadai
“Pubertas dini berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan psikologis secara umum, seperti penilaian kesehatan diri yang lebih rendah, diagnosis gangguan psikiatri, serta penggunaan obat psikiatri pada remaja,” kata penulis riset Anne Gaml Sorensen dari Departemen Kesehatan Publik Aarhus University, Denmark, mengutip dari Sheknows, Jumat (20/2/2026).
Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa dampak pubertas dini paling kuat terlihat pada anak perempuan, walaupun risiko serupa juga tetap ditemukan pada anak laki-laki.
Risiko Lebih Tinggi pada Anak Perempuan
Di sisi lain, dampak pubertas dini tidak terjadi secara merata pada semua remaja.
Studi tersebut menunjukkan, bahwa anak perempuan yang mengalami pubertas lebih awal memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan teman sebayanya.
Sorensen menjelaskan, anak perempuan yang mengalami pubertas lebih awal memiliki risiko hingga dua kali lipat untuk mendapatkan pengobatan psikiatri dibandingkan mereka yang pubertasnya terjadi pada waktu yang sama dengan teman sebayanya.
"Pada anak laki-laki, peningkatan risikonya hanya sedikit,” tutur Sorensen melanjutkan.
Baca juga: Pubertas Dini pada Anak Laki-laki Sering Berkaitan dengan Penyakit
Penelitian ini melibatkan 15.818 remaja di Denmark yang mengisi kuesioner terkait pubertas hingga usia 18 tahun.
Hasilnya, sekitar 4 persen anak perempuan didiagnosis mengalami kecemasan, sementara 12 persen lainnya melaporkan gejala kecemasan sosial.
Risiko tersebut meningkat seiring makin dini pubertas dimulai, dengan kenaikan sekitar 26 persen untuk setiap tahun lebih awal.
Baca juga: Penyebab Pubertas Dini pada Anak, Orangtua Harus Tahu
Berkaitan dengan Perilaku Berisiko
Selain kesehatan mental, pubertas dini juga berkaitan dengan peningkatan perilaku berisiko pada remaja.
“Kami melihat pubertas yang terjadi lebih awal dan lebih cepat berkaitan dengan peningkatan perilaku berisiko pada masa remaja,” ujar peneliti Pernille Jul Clemmensen.
Ia menjelaskan, hal ini terlihat dari kecenderungan remaja untuk mencoba alkohol, rokok, maupun zat terlarang di usia yang lebih muda.
Artinya, remaja yang mengalami pubertas lebih cepat cenderung lebih dini dan lebih sering terpapar perilaku berisiko dibandingkan teman sebayanya.
Baca juga: Tanda Pubertas Dini pada Anak yang Sering Terlewat Orangtua
Tren Pubertas Makin Dini
Di samping itu, temuan ini menjadi perhatian karena secara global, usia pubertas pada anak perempuan diketahui semakin dini dibandingkan masa lalu.
Jika pada 1840-an rata-rata menstruasi pertama terjadi pada usia 16–17 tahun, kini rata-ratanya turun menjadi sekitar 12 tahun.
Bahkan, tanda awal pubertas seperti perkembangan payudara kini bisa muncul di usia 9–10 tahun.
Beberapa faktor diduga berperan dalam pergeseran ini, seperti obesitas, paparan bahan kimia yang mengganggu hormon, hingga stres pada masa kanak-kanak.
Baca juga: Cara Bantu Anak Laki-laki Hadapi Masalah Pubertas, Orangtua Perlu Tahu
Perlu Perhatian Lebih
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara pubertas dini dan berbagai risiko kesehatan mental serta perilaku.
Namun, hubungan tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami mekanisme yang mendasarinya.
“Studi-studi ini menunjukkan adanya keterkaitan. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan ini, termasuk faktor biologis, psikologis, dan sosial,” kata Cecilia Ramlau Hansen.
Meski begitu, hasil ini diharapkan dapat mendorong orangtua dan tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan kondisi mental serta perilaku anak yang mengalami pubertas lebih awal.
Tag: #waspadai #pubertas #dini #pada #anak #bisa #pengaruhi #mental #perilaku