Seskab Teddy Sebut Tarif Resiprokal 19 Persen AS Bisa Turun Lagi: Kita Tunggu Saja
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers terkait Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar di Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (KOMPAS.com/Rahel)
22:14
20 Februari 2026

Seskab Teddy Sebut Tarif Resiprokal 19 Persen AS Bisa Turun Lagi: Kita Tunggu Saja

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut ada peluang angka perjanjian tarif timbal balik atau tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) masih bisa turun kembali.

Peluang tersebut kemungkinan terjadi lantaran ada pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump setelah menandatangani perjanjian tarif resiprokal di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Menurut Teddy, pertemuan bilateral antara kedua kepala negara itu membahas banyak hal, termasuk tarif impor yang dikenakan AS untuk barang Indonesia sebesar 19 persen.

"Setelah pelaksanaan penandatanganan, kemudian Presiden Prabowo dan Presiden Trump melaksanakan pertemuan, kurang lebih sekitar 30 menit. Tentunya banyak pembicaraan di sana," ungkap Teddy dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Diplomasi Personal Prabowo Jadi Kunci Penurunan Tarif Masuk AS 19 Persen

"Dan, kita tunggu. Mungkin dalam waktu dekat, yang sekarang 19 persen, ya mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia. Kita tunggu saja," lanjut Teddy.

Di kesempatan ini, Teddy juga menegaskan angka tarif impor yang dikenakan AS untuk barang Indonesia awalnya 32 persen.

Namun, setelah negosiasi antara kedua negara, akhirnya Prabowo dan Trump sepakat menjadi 19 persen.

Selain itu, Teddy mengungkap salah satu poin lain dalam perjanjian tersebut bahwa ada kesepakatan tarif 0 persen untuk 1.819 produk.

"Yang kedua, ada tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di bidang pertanian dan industri, kopi, kakao, minyak kelapa sawit, kemudian semikonduktor," ujar Teddy.

Selain itu, Teddy menambahkan bahwa Prabowo merupakan satu-satunya kepala negara yang menandatangani perjanjian dagang bersama Trump.

Baca juga: Prabowo Setuju 20 Poin Perdamaian Gaza dari Trump, Apa Isinya?

Padahal, ada 15 kepala negara yang turut hadir dalam forum tersebut.

"Jadi kemarin ada lebih dari 15 kepala negara dan pemerintah begitu ya. Jadi kemudian satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya, dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo," tutur Teddy.

Diketahui, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menandatangani perjanjian tarif timbal balik atau tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) kedua negara pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Penandatanganan ini dilaksanakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di sela-sela kunjungan Presiden Prabowo ke Washington DC, Amerika Serikat.

Tag:  #seskab #teddy #sebut #tarif #resiprokal #persen #bisa #turun #lagi #kita #tunggu #saja

KOMENTAR