John Herdman Datang dengan Rekam Jejak Kuat, Pengamat Ingatkan PSSI dan Suporter soal Kesabaran
Pelatih timnas Kanada, John Herdman, memberi isyarat pada laga Grup F Piala Dunia Qatar 2022 antara Kanada dan Maroko di Stadion Al-Thumama di Doha pada 1 Desember 2022. PSSI secara resmi memastikan penunjukkan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB.(AFP/MIGUEL MEDINA)
21:06
3 Januari 2026

John Herdman Datang dengan Rekam Jejak Kuat, Pengamat Ingatkan PSSI dan Suporter soal Kesabaran

- Penunjukan John Herdman sebagai pelatih timnas Indonesia menjadi sinyal kuat ambisi PSSI membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Sosok asal Inggris itu dikenal sebagai pelatih dengan pengalaman segudang, sukses di timnas putri dan putra hingga level Piala Dunia dan Olimpiade.

Di balik optimisme yang mengiringi keputusan PSSI, pengamat sepak bola nasional Kesit B Handoyo mengingatkan bahwa rekam jejak mentereng saja tidak cukup.

Sebab, ada satu kata kunci yang tidak boleh dilupakan yaitu proses.

“Pertama, selamat buat Herdman yang telah ditetapkan sebagai pelatih Timnas. Selamat juga buat Timnas memiliki pelatih baru,” katanya kepada Kompas.com.

Kualitas Tak Perlu Diragukan Lagi

Menurut pengamat senior tersebut, kualitas sang pelatih sejatinya tidak perlu diragukan jika melihat perjalanan karier John Herdman secara menyeluruh.

Keberhasilannya bersama timnas Kanada menjadi bukti nyata kapasitasnya dalam membangun timnas dari fondasi.

“Keberhasilan membawa timnas putri Kanada menembus tiga besar Olimpiade dua kali beruntun (2012 dan 2016), serta meloloskan tim putra ke Piala Dunia 2022, menunjukkan dia sebagai pelatih yang sukses,” ujar Kesit B Handoyo.

Catatan tersebut menempatkan pelatih berusia 50 tahun itu sebagai figur langka di sepak bola dunia. Namun, keberhasilan itu, menurut pengamat, tidak lahir secara instan.

“Namun dibutuhkan waktu panjang buat Herdman untuk mencapai hasil tersebut,” imbuhnya.

Sehingga di sinilah titik krusial yang harus dipahami PSSI dan suporter timnas Indonesia.

Bahwa ekspektasi yang tinggi, ditambah euforia penunjukan pelatih berlabel Piala Dunia, berpotensi berbenturan dengan realitas pembangunan tim.

“Pertanyaanya buat kita, bisakah atau sabarkah PSSI dan juga masyarakat Indonesia menunggu proses seperti yang dijalankan Herdman bersama timnas Kanada?” ujarnya lagi.

Selain itu ia menilai bahwa meskipun timnas Indonesia kini diperkuat banyak pemain diaspora, proses membangun tim yang solid tetap tidak bisa dipercepat secara drastis.

Timnas Indonesia. Peringkat FIFA terbaru.pssi.org Timnas Indonesia. Peringkat FIFA terbaru.

“Tetap dibutuhkan waktu yang tidak bisa singkat utk menjadikan timnas kita kuat dan tangguh dan dapat mencapai target yang dicanangkan PSSI,” kata pengamat yang biasa disapa Bung Kesit itu.

Harus Sabar dengan Program Terarah

Kini persoalan mendasar sepak bola Indonesia bukan hanya pada kualitas individu pemain, melainkan pada kekuatan fondasi tim secara keseluruhan.

“Pondasi timnas belum cukup kuat untuk betul-betul bisa bersaing di level dunia. Butuh waktu dan kesabaran, dengan tetap menjalankan program yang terarah untuk timnas,” sambungnya.

Bahkan soal teknis dan program jangka panjang, John Herdman juga dihadapkan pada tantangan non-teknis yang tidak kalah penting terkait adaptasi budaya.

Meski banyak pemain Timnas Indonesia lahir dan besar di Eropa, ia menegaskan bahwa realitas mereka sebagai pemain Indonesia tetap tidak bisa diabaikan.

Untuk itu Kesit B Handoyo mengingatkan agar pelatih baru Timnas Indonesia itu tidak serta-merta menyamakan kondisi pemain Indonesia dengan pemain Eropa yang selama ini menjadi bagian dari pengalaman kariernya.

Sehingga pemahaman terhadap perbedaan karakter ini dinilai krusial agar tidak mengalami gegar budaya saat mulai bekerja di Indonesia.

“Ini penting agar Herdman tidak terkejut saat sudah berada di sini dan bertemu serta memulai latihan bersama timnas,” pungkasnya.

Tag:  #john #herdman #datang #dengan #rekam #jejak #kuat #pengamat #ingatkan #pssi #suporter #soal #kesabaran

KOMENTAR