Rekam Jejak Risnandar Mahiwa, Pj Wali Kota Pekanbaru Kena OTT KPK, Baru 6 Bulan Menjabat
Pj Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa. --- Rekam jejak Risnanda Mahiwa, Penjabat (Pj) Pekanbaru terkena OTT KPK pada Senin (2/12/2024), baru menjabat enam bulan. 
15:52
3 Desember 2024

Rekam Jejak Risnandar Mahiwa, Pj Wali Kota Pekanbaru Kena OTT KPK, Baru 6 Bulan Menjabat

Rekam jejak Risnanda Mahiwa, Penjabat (Pj) Pekanbaru, Riau.

Nama Risnandar Mahiwa tengah menjadi sorotan, lantaran terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekanbaru, pada Senin (2/12/2024).

Hal tersebut, dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Johanis Tanak.

"Ya benar, penangkapan terhadap Pj. Walkot Pekanbaru," katanya. 

Selanjutnya, para pihak yang terjaring dalam OTT, termasuk Risnandar Mahiwa menjalani pemeriksaan.

Lantas, apakah OTT terhadap Risnanda ini, terkait pungutan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru?

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menegaskan masih dilakukan pendalaman terkait hal tersebut.

"Masih didalami," kata Tessa kepada wartawan, Selasa (3/12/2024).

Di sisi lain, tim KPK juga mengamankan sejumlah uang.

Tentang Risnandar Mahiwa

Risnandar Mahiwa lahir di Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, pada 6 Juli 1983.

Saat ini, ia menjabat sebagai Pj Wali Kota Pekanbaru, menggantikan Muflihun yang sebelumnya juga menjabat Pj. Wali Kota.

Risnandar Mahiwa dilantik pada 23 Mei 2024. Artinya, ia sudah bertugas selama enam bulan di Pekanbaru.

Dikutip dari portal resmi Pemerintah Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa belum lama ini, menjalani evaluasi enam bulan menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru 

Pada Jumat (22/11/2024) lalu, Risnandar mengungkapkan terkait evaluasi enam bulan masa tugasnya di Kota Pekanbaru.

"Saya harus dilakukan evaluasi pada enam bulan pelaksanaan tugas saya di Kota Pekanbaru. Makanya, saya kembali ke Jakarta untuk mengikuti rapat evaluasi tersebut," ucap Risnandar.

Sejak bertugas, Risnandar fokus pada pembenahan internal dan anggaran serta gaji ASN.

Ia baru bisa mengambil kebijakan setelah pengesahan APBD Perubahan 2024 dan APBD 2025. 

Adapun satu program prioritas Risnandar tahuh depan, yakni perbaikan jalan rusak dan drainasenya.

Karier sebelum Menjadi Pj Wali Kota Pekanbaru

Risnandar Mahiwa mengawali karier birokratnya sebagai Lurah Soho, Luwuk, pada 2009 silam.

Pada 2012, ia diamanahi menjadi Kepala Sub Bagian Penyusunan Anggaran dan Program Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik.

Dua tahun kemudian, Risnandar mengisi jabatan sebagai Kepala Subbagian Penyusunan Anggaran dan Program Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum.

Selanjutnya, Risnandar Mahiwa menduduki jabatan Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum pada 2016.

Pada tahun 2018, ia terpilih menjadi Kepala Bagian Umum Sekretariat Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum.

Pada 2021, Risnandar ditunjuk sebagai Plt. Direktur Organisasi Kemasyarakatan. 

Kemudian, ia diangkat menjadi Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Pada 22 Mei 2024, Risnandar Mahiwa dilantik sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru oleh Pj. Gubernur Riau, S.F. Hariyanto.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa. Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa. (Tribun Pekanbaru/HO)

Terkena OTT KPK

Kini, Risnandar Mahiwa terjaring dalam OTT KPK di Riau, Senin (2/12/2024).

Selain Risnandar Mahiwa, ada tujuh orang lainnya yang ditangkap KPK. Total ada delapan orang yang terjaring OTT kali ini.

Dalam giat OTT tersebut, KPK turut mengamankan uang sekitar Rp1 miliar terhadap penjabat atau Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar, Senin (1/12/2024).

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyebut uang yang disita berwarna merah.

"Sementara masih sekitar 1 miliar, mungkin ada lebih. Saya lihat fotonya sih merah semua sih," kata Alex kepada wartawan, Selasa (2/12/2024).

Namun, Alex mengatakan, jumlah itu belum pasti dikarenakan tim KPK masih melakukan penghitungan.

Alex mengatakan, kasus yang diduga melibatkan Risnandar ini, terkait penggunaan uang bendahara.

"Jadi kan di sistem keuangan daerah itu kan ada istilahnya itu pengeluaran dulu, nanti buktinya itu kemudian dipertanggungjawabkan, begitu kan," ungkap Alex.

"Kebutuhan ganti mengisi brankas, salah satu modusnya itu tadi ada pengambilan cash kemudian dibagi-bagi dengan bukti pengeluaran fiktif. Ini kan konyol," imbuhnya.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Falza Fuadina, Ilham Rian Pratama)

Editor: Wahyu Gilang Putranto

Tag:  #rekam #jejak #risnandar #mahiwa #wali #kota #pekanbaru #kena #baru #bulan #menjabat

KOMENTAR