Soal Impor Beras hingga Ayam dari AS, Pemerintah: Bisa Negosiasi Lagi
Tim Pakar Bakom RI, Fitra Faisal Hastiadi(KOMPAS.COM /KIKI SAFITRI)
15:24
25 Februari 2026

Soal Impor Beras hingga Ayam dari AS, Pemerintah: Bisa Negosiasi Lagi

Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fitra Faisal Hastiadi menegaskan selalu ada escape clause yang memungkinkan salah satu pihak keluar dari perjanjian terkait perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Fitra menyebutkan, pemerintah Indonesia dapat melakukan negosiasi kembali dengan AS bila kesepakatan tersebut mengganggu kepentingan ekonomi Indonesia.

"Kalau dianggap ini kemudian mengganggu kepentingan ekonomi lokal, ya kan kita bisa bernegosiasi lagi. Selalu ada escape clause-nya asalkan ini tidak melanggar national interest," ujar Fitra di kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Surplus Pangan, Mengapa Impor?

Beberapa produk yang akan diimpor Indonesia berdasarkan kesepakatan tarif itu, antara lain, beras khusus, ayam hidup, dan jagung.

Menurut Fitra, produk-produk yang dibeli Indonesia dari AS bukanlah produk yang bersinggungan langsung dengan produk dalam negeri.

Hanya saja, dia mengakui beberapa produk tersebut beririsan dengan apa yang sudah bisa diproduksi sendiri oleh Indonesia.

"Nah tentunya beberapa produk-produk yang memang dibutuhkan impor yang juga tadi seperti jagung, terus kemudian ada beras, itu pasti akan kita notifikasi ke Kementerian Pertanian," kata Fitra.

Baca juga: Indonesia Setuju Impor 1.000 Ton Beras Khusus hingga 580.000 Ekor Ayam dari AS

"Tapi sementara ini yang sesempit yang saya pahami bahwa komitmen kita untuk membeli barang-barang tersebut adalah tidak sangat mengganggu produksi kita," imbuh dia.

Sementara itu, Fitra menekankan, impor beras dari AS tidak terlalu besar, sehingga tak akan mengganggu kapasitas nasional karena Indonesia sendiri sudah menyatakan swasembada beras.

"Misalnya beras itu sangat limited karena mereka juga bukan produsen beras juga, tidak banyak juga gitu kan. Jadi tidak mengganggu secara umum kapasitas nasional," ujar dia.

Impor beras dari AS

Pemerintah Indonesia menyetujui impor 1.000 ton beras khusus dan 580.000 ekor ayam dari Amerika Serikat (AS) lewat perjanjian dagang resiprokal antara kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanesto menyebutkan, keran impor beras khusus itu dibuka dengan alokasi yang menysuaikan permintaan dalam negeri.

"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri," kata Haryo dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Selain beras, Haryo juga menyebutkan bahwa Indonesia akan mengimpor 580.000 ekor ayam dari AS, dengan estimasi nilai sekitar 17 juta hingga 20 juta dollar AS.

Ia mengatakan, ayam yang diimpor dari AS adalah ayam hidup untuk kebutuhan peternakan di Indonesia.

"GPS (grand parent stock) sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia," kata Haryo.

Tag:  #soal #impor #beras #hingga #ayam #dari #pemerintah #bisa #negosiasi #lagi

KOMENTAR