Usulan Ambang Batas Parlemen 7 Persen Dinilai Akan Ditolak Banyak Parpol
- Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai, banyak partai politik yang akan menolak usulan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 7 persen.
Diketahui, usulan ambang batas parlemen sebesar 7 persen diusulkan oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.
"Bagaimana dengan usulan Nasdem yang mengusulkan 7 persen. Usulan tersebut terlalu tinggi, akan banyak partai yang menolaknya," ujar Romli saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Politikus PPP Usul Parliamentary Threshold 0 Persen agar Suara Rakyat Tak Terbuang
Romli pun mengusulkan jalan tengah, di mana angka ideal untuk ambang batas parlemen adalah antara 3 hingga 5 persen.
"Perlu jalan tengah, menerapkan PT yang tidak terlalu tinggi, 3-5 persen," usul Romli.
Ia menjelaskan, banyak negara yang juga menerapkan parliamentary threshold dengan angka yang beragam.
"Beberapa negara yang menggunakan sistem proporsional banyak yang menerapkan PT, yang besaran bervariasi dari 2 persen sampai 9 persen," ujar Romli.
Baca juga: Elite PKS Usul Suara Parpol Tak Lolos Ambang Batas Bisa Digabung ke Fraksi DPR
Kendati demikian, ia menilai ambang batas parlemen bukan satu-satunya mekanisme untuk menyederhanakan jumlah partai di DPR.
"Saya lebih concern pada besaran alokasi kursi. Alokasi kursi saat ini 3-10 perlu diperkecil lagi menjadi 3-7 kursi. Dengan besaran seperti itu bisa mengurangi jumlah partai di parlemen," ujar Romli.
Pelantikan DPR, DPD, dan MPR 2024-2029 berlangsung pada Selasa (1/10/2024). Suasana di Kompleks Parlemen atau Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/1/2022).
Alasan Surya Paloh Usulkan PT 7 Persen
Diketahui, Surya Paloh mengusulkan ambang batas parlemen sebesar 7 persen untuk pemilihan umum (pemilu) berikutnya.
Artinya, partai politik yang mendapatkan perolehan suara nasional kurang dari 7 persen tidak dapat mengirimkan wakilnya ke DPR RI.
Surya Paloh meyakini, implementasi demokrasi menjadi jauh lebih efektif jika ambang batas parlemen menjadi 7 persen.
Baca juga: 10 Parpol Tak Lolos ke DPR Jika PT 7 Persen Diterapkan pada Pemilu 2024
"Nasdem berpikir sejujurnya dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki," ujar Surya Paloh di Nasdem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Surya Paloh mengatakan, kondisi demokrasi saat ini dinilainya sudah terlalu terjebak pada kuantitas jumlah partai dibandingkan kepentingan kualitas.
Ia menekankan bahwa kemampuan, efektivitas dan intelektualitas harus menjadi penggerak utama untuk mencapai arah tujuan bersama.
Baca juga: PSI Sentil Nasdem soal Threshold 7 Persen: Jangan Terlalu Percaya Diri
Oleh sebab itu, Paloh memperingatkan, institusi partai politik memiliki tanggung jawab besar membangun kesadaran masyarakat akan keseimbangan hak dan kewajiban untuk bangsa ini.
"Negeri kita butuh itu. Di situlah pentingnya kehadiran suri keteladanan. Siapa saja yang berani berbicara dan mengutarakan pikiran-pikirannya yang hebat, itu harus disertai juga dengan nilai keteladanan yang ada pada dirinya," imbuhnya.
"Ucapan yang sebanding juga dengan perbuatan. Ada konsistensi di sana. Bangsa ini butuh itu. Kalau enggak kita terjebak pada seluruh kepura-puraan terus-menerus dari waktu ke waktu," sambung Surya Paloh.
Tag: #usulan #ambang #batas #parlemen #persen #dinilai #akan #ditolak #banyak #parpol