Viral ''Cukup Saya WNI'', Mendikti Ingatkan Dana Beasiswa LPDP Berasal dari Rakyat
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengingatkan, anggaran beasiswa dari negara berasal dari rakyat.
Termasuk beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang ditegaskannya merupakan amanah publik.
Hal tersebut diingatkan Brian dalam menanggapi viralnya alumni penerima beasiswa LPDP mengenai pernyataan “cukup saya WNI, anak jangan”.
"Beasiswa negara adalah amanah publik. Dana yang dikelola berasal dari rakyat dan ditujukan untuk melahirkan talenta unggul yang setelah kembali," kata Brian, kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Ketua Komisi X DPR Ingatkan Purbaya soal Blacklist DS Awardee LPDP
Brian menjelaskan, penerima beasiswa le luar negeri diharapkan dapat menghadirkan terobosan dan memperkuat daya saing Indonesia.
Ia pun menyinggung banyaknya alumni program LPDP yang sudah berkontribusi untuk Indonesia, baik lewat pemerintahan, kampus, sektor swasta, hingga bidang strategis lainnya.
"LPDP adalah investasi jangka panjang bangsa melahirkan SDM Unggul di Indonesia," ujar Brian.
Atas dasar itu, alumni LPDP diharapkan tidak hanya mendapat keilmuan dan wawasan yang lebih, tetapi juga memiliki integritas dan kepatuhan.
Baca juga: Anggota DPR Dukung Purbaya Blacklist DS Awardee LPDP di Pemerintahan
Jika terdapat pelanggaran yang menyangkut alumni LPDP, Brian meminta pihak terkait menangani secara transparan dan akuntabel.
"Selain kapasitas keilmuan yang tinggi, integritas, komitmen, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan syarat utama. Setiap dugaan pelanggaran harus ditangani secara transparan dan akuntabel," ujar Brian.
Dorong Pendataan Ulang Alumni
Sementara itu, anggota Komisi X DPR Habib Syarief meminta LPDP melakukan pendataan ulang terhadap para alumni penerima beasiswa.
Pendataan tersebut dimaksudkan untuk melihat komitmen para alumni penerima beasiswa LPDP untuk Indonesia.
"Penggunaan uang negara berarti penerima harus memastikan bahwa ilmu dan kompetensi yang diperoleh benar-benar diabdikan untuk kemajuan Indonesia. Jika ada yang tidak menjalankan komitmennya, maka harus ada penegakan aturan yang tegas," ujar Syarief dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Mendikti Respons Polemik Alumni LPDP Cukup Saya WNI: Integritas Syarat Utama!
Ia menjelaskan, LPDP merupakan salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Peningkatan kualitas SDM tersebut tidak hanya untuk individu penerima beasiswa, melainkan juga ditujukan untuk masyarakat lewat pengabdiannya di Indonesia.
"Bahwa saat ini kondisi bangsa belum seperti yang mereka idealkan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaikinya, bukan malah menunjukkan penyesalan sebagai WNI," ujar Syarief.
Baca juga: Beasiswa LPDP Bersumber dari APBN, Bima Arya: Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat
Di samping itu, ia juga meminta LPDP memperketas seleksi bagi calon penerima beasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.
Ia mengingatkan bahwa LPDP berasal dari uang rakyat yang harus dijawab dengan integritas dan komitmen penerima beasiswa, bukan sekadar kecakapan akademik.
"Kami meminta agar pemerintah memperketat seleksi LPDP. Pernyataan yang disampaikan oleh alumni penerima LPDP yang viral itu menunjukkan bahwa masih ada yang belum sepenuhnya mematuhi aturan. Penerima beasiswa harus memiliki integritas dan komitmen kuat karena ini menggunakan uang negara," ujar Syarief.
Tag: #viral #cukup #saya #mendikti #ingatkan #dana #beasiswa #lpdp #berasal #dari #rakyat