Demokrat Respons Usulan Ambang Batas Parlemen 7 Persen: Masih Kaji Angka Ideal
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2025).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
11:34
23 Februari 2026

Demokrat Respons Usulan Ambang Batas Parlemen 7 Persen: Masih Kaji Angka Ideal

- Partai Demokrat angkat suara terkait usulan Partai Nasdem yang meminta agar angka ambang batas parlemen diubah menjadi 7 persen.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron menilai usulan itu adalah hak dari Nasdem.

“Masing-masing partai tentu memiliki kesempatan dan alasannya untuk mengusulkan ambang batas pada waktu nanti revisi UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017,” kata Herman saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, Partai Demokrat sendiri belum memiliki usulan ideal terkait angka ambang batas parlemen. Hal ini masih menjadi kajian di internal Partai Demokrat.

Baca juga: Surya Paloh Usul Parliamentary Threshold 7 Persen, Manuver Jegal PSI yang Bajak Eks Nasdem?

“Dan partai demokrat belum menentukan ambang batas ideal berapa persen, apalagi ada keputusan Mahkamah Konstitusi sebelumnya No 116/PUU-XXI/2023 terkait ambang batas parlemen,” ujarnya.

Di sisi lain, Demokrat tetap menilai ambang batas parlemen tetap diperlukan.

“Saya berpendapat bahwa ambang batas parlemen ini penting untuk menyederhanakan sistem kepartaian dan menjaga stabilitas pemerintahan,” ucapnya.

Diketahui, sejumlah partai memiliki pandangannya terkait ambang batas parlemen, termasuk Nasdem.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebelumnya menegaskan partainya tetap konsisten mengusulkan ambang batas parlemen sebesar 7 persen.

Baca juga: Gerindra Tolak Usul Nasdem: Parliamentary Threshold 7 Persen Terlalu Tinggi

Usulan itu disebut sedang dimatangkan dalam pembahasan di Komisi II DPR RI. Usulan itu disebut sedang dimatangkan dalam pembahasan di Komisi II DPR RI.

“Sedang digodok oleh kawan-kawan di DPR ya, fraksi DPR, tentu dengan Komisi II. Saya serahkan dulu pada mereka untuk bersama dengan para pimpinan fraksi lainnya,” ujar Paloh di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

Paloh menilai, kenaikan ambang batas parlemen diperlukan untuk menyederhanakan sistem multipartai menjadi selected party agar pelaksanaan demokrasi lebih efektif.

Dia juga menilai praktik demokrasi saat ini terlalu menitikberatkan pada banyaknya jumlah partai politik dibandingkan kualitas.

“Nasdem berpikir sejujurnya dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,” kata dia.

Tag:  #demokrat #respons #usulan #ambang #batas #parlemen #persen #masih #kaji #angka #ideal

KOMENTAR