Wujudkan Birokrasi Efektif, Kementerian PANRB Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesian Association for Public Administration (IAPA), di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).(Dok. Humas Kementerian PANRB)
20:38
9 Februari 2026

Wujudkan Birokrasi Efektif, Kementerian PANRB Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi

- Keberhasilan reformasi birokrasi diukur dari efektivitas anggaran dan kualitas pelayanan publik. Layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses menjadi wujud nyata hadirnya negara.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan komitmen bersama, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat.

“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) juga menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus menghasilkan birokrasi yang responsif dan melayani rakyat. Birokrasi dituntut untuk cepat menyesuaikan diri, tanggap terhadap perubahan, dan tidak lagi mempersulit urusan masyarakat,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rini saat menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesian Association for Public Administration (IAPA), di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Senin.

Baca juga: Menteri Rini: Kolaborasi dengan Ombudsman Jadi Fondasi Penting Akselerasi Pelayanan Publik Berkualitas

Menurutnya, reformasi birokrasi bukan sekadar agenda administratif, tetapi bagian dari fondasi kekuatan bangsa untuk memastikan Indonesia mampu berdiri tegak, berdaulat, berkelanjutan, dan dapat menentukan masa depannya sendiri.

Dalam upaya mencapai hal tersebut, peran akademisi dan IAPA menjadi sangat strategis sebagai bagian dari knowledge community yang berperan memproduksi gagasan sekaligus mendorong praktik-praktik reformasi di berbagai sektor dan lini pemerintahan. 

Keterlibatan aktif akademisi dalam memberi masukan berbasis riset, mengawal kebijakan publik, serta membangun ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan salah satu prasyarat agar crowdsourced governance dalam reformasi birokrasi dapat berjalan efektif.

Rini berharap, IAPA dapat terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan ilmu administrasi publik dan pengawalan reformasi birokrasi di Indonesia.

Baca juga: Susun Desain Besar Reformasi Birokrasi, Menteri PANRB Pastikan Berdampak bagi Masyarakat

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa para akademisi juga dapat berkontribusi langsung dalam transformasi birokrasi sebagai knowledge producer, dengan menghasilkan riset berbasis bukti untuk mendukung perumusan kebijakan dan inovasi reformasi birokrasi.

Selain itu, akademisi dapat berperan sebagai policy think tank yang bertugas memberikan analisis kritis, rekomendasi kebijakan, serta policy brief yang objektif dan independen.

Pada saat yang sama, akademisi juga berfungsi sebagai human capital builder dalam mencetak aparatur dan pemimpin masa depan yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja.

Kontribusi akademisi juga dapat diwujudkan dengan menjalankan perannya sebagai innovation and pilot lab, yakni menjadi ruang uji coba inovasi tata kelola dan digitalisasi layanan publik.

Sementara itu, melalui fungsi social control dan public discourse, akademisi dapat menunjukkan kontribusinya dengan mendorong budaya kritis, transparansi, dan akuntabilitas.

Baca juga: Suara Kritis Dosen ASN di Bawah Bayang-bayang SKP

“Masa depan tata kelola ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem yang terbuka, terhubung, dan saling menguatkan, (dengan) melibatkan pemerintah, swasta, media, komunitas, dan akademisi,” kata Rini.

Oleh karena itu, lanjut dia, reformasi birokrasi harus diarahkan pada penguatan ekosistem kolaboratif sebagai fondasi utama penciptaan nilai publik dan keberlanjutan pembangunan.

Tantangan administrasi publik

Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesian Association for Public Administration (IAPA), di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).Dok. Humas Kementerian PANRB Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesian Association for Public Administration (IAPA), di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum IAPA Khairul Muluk mengatakan bahwa tuntutan masyarakat terhadap administrasi publik akan terus ada dan cenderung meningkat, bahkan melebihi peningkatan kemampuan atau kapasitas administrasi publik.

Hal itu memicu munculnya tantangan terhadap administrasi publik, seperti perubahan dunia yang begitu cepat, distrubsi terjadi dimana-mana, hingga kepercayaan publik yang naik dan turun dengan cepat.

Menurut Khairul, tantangan administrasi publik saat ini tidak lagi bersifat teknis semata.

Pemerintah juga dihadapkan pada kompleksitas kebijakan lintas sektor, koordinasi antara pusat dan daerah, serta tuntutan masyarakat yang tidak hanya ingin dilayani, tetapi juga didengar dan dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan.

Baca juga: Daftar 29 Kampus Jurusan S1 Administrasi Publik Terbaik di Indonesia 2026

Ia menegaskan bahwa negara tidak bisa berjalan sendirian. Diperlukan banyak aktor dan sektor untuk bersama-sama memenuhi kebutuhan masyarakat.

Khairul menekankan, hal tersulit dalam reformasi birokrasi bukan hanya struktur atau perilaku, tetapi budaya. Ia menilai, budaya reformasi birokrasi akan semakin kuat jika ekosistem budaya Indonesia lebih kuat.

“IAPA tetap ingin menjadi mitra berfikir pemerintah, menjadi jembatan antara kampus dengan birokrasi. Kampus tidak bisa berdiri sendiri, sementara birokrasi (perlu) saling melengkapi dengan kampus. Semoga kami bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara,” ucap Khairul.

Tag:  #wujudkan #birokrasi #efektif #kementerian #panrb #dorong #kolaborasi #pemerintah #akademisi

KOMENTAR