Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). ANTARA/Fathur Rochman
14:12
2 Februari 2026

Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!

Baca 10 detik
  • Prabowo menyoroti citra Bali yang kotor akibat sampah saat Rakornas di Bogor pada 2 Februari 2026.
  • Ia mengusulkan solusi rutin mengerahkan siswa SD hingga SMA untuk kerja bakti membersihkan lingkungan pantai.
  • Prabowo juga memerintahkan semua instansi, termasuk TNI/Polri dan BUMN, rutin mengadakan kerja bakti 'korve' melawan sampah.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah sampah yang menurutnya telah membuat citra Bali menjadi 'kotor'. Tak hanya mengkritik, Prabowo juga melontarkan solusi tak biasa, yakni mengerahkan siswa sekolah dari tingkat SD hingga SMA untuk kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin.

Pernyataan keras ini disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Ia secara terbuka 'menyentil' para kepala daerah di Pulau Dewata yang dianggapnya belum maksimal mengatasi persoalan krusial ini.

Menurut Prabowo, kondisi pantai yang kotor berpotensi menghancurkan daya tarik pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

"Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara, apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita, ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai korve," kata dia sebagaimana dilansir Antara.

Dapat Laporan Langsung dari Jenderal Korea

Kekhawatiran Prabowo bukan tanpa dasar. Ia mengaku mendapat laporan yang 'menampar' langsung dari sejumlah tokoh penting di Korea Selatan yang baru saja berkunjung ke Bali.

Menurutnya, para pejabat tersebut berbicara apa adanya tanpa basa-basi mengenai kondisi kebersihan di Bali.

"Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di manapun, dia enggak pakai bahasa basi, bicaranya apa adanya, dia ngomong ke saya. Dia bilang 'Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice'. Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama," kata Prabowo.

Cerita ini menjadi pemicu utama mengapa ia merasa perlu mengambil langkah tegas dan mengumumkannya di forum nasional yang dihadiri seluruh kepala daerah.

Perintah 'Korve' untuk Semua Instansi

Solusi yang ditawarkan Prabowo tidak hanya berhenti pada siswa sekolah. Ia menyerukan sebuah gerakan masif yang ia sebut sebagai "perang terhadap sampah". Gerakan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga BUMN.

Prabowo memerintahkan agar kegiatan kerja bakti atau 'korve' menjadi agenda rutin di semua instansi tanpa terkecuali.

"Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah nggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan itu, cepat itu. Modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk, sampah, dan sebagainya," kata dia.

Bahkan, ia secara spesifik memberikan instruksi keras kepada jajaran aparaturnya di seluruh Indonesia.

"Dandim, Danrem, saya perintahkan kau, gerakkan anak buahmu, korve, tiap hari atau tiap berapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian, gerakkan, korve, korve, korve. Danantara semua BUMN, ribuan anak buahnya, korve," ujar dia.

Tidak tanggung-tanggung, para menteri di kabinetnya pun tak luput dari perintah ini.

"Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN. Semua menteri KL, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu. Benar ya? Jangan siap-siap. Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor, kalau perlu menterinya yang mimpin. K/L-K/L semua itu, semua kantor. Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah," imbuhnya.

Sebagai solusi jangka menengah, Prabowo juga mengungkap rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di 34 kota.

Proyek ini ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan akan menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang akan segera diluncurkan.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #prabowo #sentil #pejabat #bali #pulau #dewata #kini #kotor #bagaimana #turis #datang

KOMENTAR