Curhat Pigai Duit Pribadinya Habis karena Tak Ada Anggaran Bansos di Kementerian HAM
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dalam rapat Komisi XIII DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/2/2026).(Tangkapan layar YouTube TV Parlemen)
15:22
2 Februari 2026

Curhat Pigai Duit Pribadinya Habis karena Tak Ada Anggaran Bansos di Kementerian HAM

- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkap uang pribadinya habis karena Kementerian HAM tidak memiliki anggaran khusus untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat.

Pigai mengungkapkan ini dalam Rapat Komisi XIII DPR, Jakarta, Senin (2/2/2026), saat sedang memaparkan kinerja kementeriannya khususnya terkait pemulihan korban pelanggaran HAM, konflik sosial, bencana alam, masyarakat terdampak karena kebijakan pembangunan.

Awalnya, Pigai menyinggung bahwa pemberian bantuan sosial pemerintah itu biasanya didominasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

"Tapi, kita sedang melakukan upaya-upaya karena kami jujur, Kementerian HAM ketika terjadi gempa atau ketika terjadi konflik sosial di sebuah wilayah, kami tidak bisa. Sistem penganggaran di Republik Indonesia yang mengandalkan SPPD itu, tidak bisa," ujar Pigai, dalam rapat, Senin.

Baca juga: Natalius Pigai Merasa Pekerjaannya Adem Ayem: Tak Sesuai dengan Jiwa Menteri HAM

Pigai pun menceritakan, uang pribadinya habis karena tidak ada bantuan negara yang disediakan oleh negara.

"Saya sendiri, Pak Pimpinan Dewan dengan anggota, saya sendiri uang pribadi saya habis juga gara-gara tidak ada bantuan-bantuan sosial yang disediakan negara," sambung dia.

Dia mengatakan, Kementerian HAM tak punya anggaran untuk memberikan bantuan, sehingga terpaksa menggunakan gaji yang diberikan negara.

"Kita tidak punya anggaran yang disediakan. Kalau kita punya anggaran enak, sehingga apa? Terpaksa kita keluar dari gaji yang dikasih oleh negara," ujar dia.

Di sisi lain, ia menegaskan, kementeriannya sudah memiliki anggaran untuk penanganan kasus.

Baca juga: Natalius Pigai Pamer Kementerian HAM Banyak Diberitakan, Padahal Jarang Diwawancara

Namun, kementeriannya tidak punya anggaran untuk pemberian bantuan sosial.

"Karena kami ada anggaran mau penanganan konflik sosial, ras, etnik, agama kami sudah ada anggaran. Tapi yang namanya sifatnya bantu, nah ini dia masalahnya. Saya juga angkat tangan kalau sifatnya bantu," tutur dia.

Menurut Pigai, jika dirinya pengusaha, tentu ia tak keberatan jika harus mengambil anggaran dari uang pribadinya.

Hanya saja, ia bukan pengusaha, melainkan hanya mantan aktivis yang hidupnya menderita.

Baca juga: Natalius Pigai Sebut Indonesia Cetak Sejarah Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Akan Tangani Venezuela

"Kalau saya pengusaha sih bolehlah, saya bisa ambil dari uang pribadi. Saya kan aktivis, Pak. Hidup menderita sekian lama, saya juga untuk masa depan, simpan juga kan," tutur dia.

Di hadapan Komisi XIII DPR, ia berharap Kementerian HAM punya anggaran untuk bantuan sosial.

"Jadi, maksudnya kalau kami ini disediakan ada anggaran bantuan sosial, bantuan pemerintah di Kementerian HAM, maka ketika terjadi konflik kami bisa turun bantu," ujar Pigai.

Tag:  #curhat #pigai #duit #pribadinya #habis #karena #anggaran #bansos #kementerian

KOMENTAR