50 Persen Pasangan Alami Penurunan Kualitas Hubungan Seksual, Kesibukan dan Beban Pikiran Jadi Faktor
Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
15:18
2 Februari 2026

50 Persen Pasangan Alami Penurunan Kualitas Hubungan Seksual, Kesibukan dan Beban Pikiran Jadi Faktor

Kesehatan pasangan tidak hanya mencakup fisik dan mental, tetapi juga kesehatan seksual. Aspek ini sering terabaikan, padahal berpengaruh terhadap kualitas hubungan jangka panjang. Terlebih bagi pasangan yang sudah lama menikah.   Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, menjelaskan, rasa jenuh dalam hubungan merupakan hal yang wajar. Namun, kejenuhan tersebut tidak berarti pasangan harus mencari orang lain.   “Kita tidak mengajak untuk berganti-ganti pasangan (free sex), enggak sama sekali. Dengan pasangan yang sama, kita bisa merasakan sesuatu yang baru,” tegasnya kepada wartawan di acara XXXploration Can Be Fun, di Jakarta Selatan, Senin (2/2).   Mengutip riset global 2024, lanjut Vella,  Ia menyebut adanya tren penurunan kualitas relasi pada pasangan. Sebanyak 50 persen pasangan secara gradual mengalami penurunan kualitas hubungan.    Meski demikian, ia menambahkan tidak ada patokan pasti pada usia pernikahan berapa rasa kebosanan itu muncul. “Ada yang sudah bosan di tahun pertama, ada juga yang bisa membuat itu menjadi baru terus. Ada juga yang bosan di tahun kelima. Itu bervariasi,” jelasnya.  

  Menurut Vella, salah satu faktor utamanya adalah kesibukan dan beban pikiran. Waktu bersama pasangan kerap tidak berkualitas karena fokus terpecah.   “Waktunya ada tapi pikirannya enggak di situ. Ketika lagi asyik dengan pasangan, tiba-tiba kepikiran sesuatu, mood jadi turun,” ujarnya.   Karena itu, ia menilai kesehatan seksual perlu dipandang sebagai bagian dari kesejahteraan pasangan secara menyeluruh. Salah satunya dengan mencoba hal baru yang lebih variatif dalam berhubungan.    "Dibuat ringan saja, dibuat fun saja. "Eh say, kita mau coba ini (varian kondom) enggak besok? Ini kayaknya aku dengar kemarin ini lucu-lucu lho variannya, ada yang bintik-bintik," katanya.   “Triknya dibicarakan dengan lucu saja, dibawa fun saja. Jangan buat eksplorasi jadi serius,” lanjutnya.  

  Ia menambahkan, keterlibatan kedua pihak dalam momen intim, termasuk penggunaan alat kontrasepsi, dapat meningkatkan kedekatan. “Ajak istri juga ikut membantu menggunakan kondomnya. Itu lebih mesra, itu lebih asyik,” ujarnya.   Dari sisi preferensi produk, ia menyebut beberapa varian yang populer dengan tipe bertekstur dapat membantu stimulasi antarpasangan. Selain itu, model ultra thin (kondom tipis) serta varian rasa stoberi juga dapat membangkitkan suasana hubungan seksual dengan pasangan.   “Nah, Ultra Thin ini menarik trennya. Sekarang penjualan kondom dari seluruh varian itu Ultra Thin yang paling menanjak," pungkasnya.      

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #persen #pasangan #alami #penurunan #kualitas #hubungan #seksual #kesibukan #beban #pikiran #jadi #faktor

KOMENTAR