Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal
Raffi Ahmad [Instagram]
15:44
21 Januari 2026

Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal

Baca 10 detik
  • Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad nyaris mendarat darurat di Tabanan, Bali, karena terjebak kabut tebal Kamis (15/1/2026).
  • Faktor utama insiden ini adalah kabut tebal mengakibatkan helikopter berputar-putar sekitar sepuluh menit sebelum selamat.
  • Meskipun ada potensi cuaca buruk, penerbangan tetap dilaksanakan demi mengejar jadwal penting ke Solo.

Insiden penerbangan nyaris berujung pendaratan darurat dialami selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, saat melakukan perjalanan udara di Bali, Kamis (15/1/2026).

Helikopter yang ditumpanginya terjebak kabut tebal di wilayah pegunungan Kabupaten Tabanan, Bali, hingga harus bermanuver berputar-putar dengan jarak pandang sangat terbatas. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga di darat dan menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Berikut tujuh fakta penting terkait insiden tersebut:

1. Terjadi Saat Perjalanan Pulang dari Bali Utara

Insiden mencekam ini terjadi saat helikopter yang membawa Raffi Ahmad dan rombongan bertolak dari Bali Utara menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Penerbangan dilakukan usai Raffi menyelesaikan agenda resmi peninjauan progres pembangunan proyek Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Situasi genting dilaporkan terjadi ketika helikopter melintas di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, kawasan dengan kontur pegunungan dan cuaca yang mudah berubah.

2. Daftar Penumpang di Dalam Helikopter

Selain Raffi Ahmad, helikopter tersebut juga ditumpangi oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna, pengusaha asal Bali sekaligus pemilik jaringan bisnis Krisna Oleh-Oleh.

Turut serta pula Prio Bagja Anugrah, manajer pribadi Raffi Ahmad yang selama ini mendampingi aktivitas profesional sang selebritas.

3. Kabut Tebal Jadi Penyebab Utama

Faktor cuaca menjadi penyebab utama insiden ini. Helikopter mendadak terjebak kabut putih pekat saat melintasi kawasan pegunungan Tabanan.

Kondisi tersebut menyebabkan low visibility hingga nyaris nol, membuat pilot kesulitan melihat medan dan arah penerbangan. Helikopter pun harus berjuang menjaga kestabilan di tengah tekanan udara dan cuaca ekstrem.

Situasi ini menciptakan ketegangan di dalam kabin, mengingat keselamatan penerbangan sepenuhnya bergantung pada kemampuan pilot menembus kabut tebal tersebut.

4. Helikopter Sempat Berputar-putar di Atas Persawahan

Ajik Krisna mengungkapkan bahwa helikopter sempat berputar-putar selama sekitar 10 menit di atas area persawahan Desa Bantiran akibat disorientasi arah.

Rekaman video warga yang viral di media sosial memperlihatkan helikopter terbang pada ketinggian rendah dengan manuver yang terlihat berisiko.

Kondisi ini memicu kepanikan warga sekitar. Sejumlah warga bahkan tampak berhamburan karena khawatir terjadi kecelakaan udara di permukiman mereka.

5. Raffi Ahmad Berupaya Menenangkan Penumpang

Di tengah kondisi darurat tersebut, Raffi Ahmad justru menunjukkan sikap tenang. Dalam video yang beredar, ia terlihat berusaha menenangkan Ajik Krisna dan penumpang lainnya yang tampak tegang.

Raffi disebut terus memberikan dukungan moral dan kata-kata penyemangat agar semua tetap berpikir jernih dan menyerahkan situasi kepada pilot yang menangani penerbangan.

6. Penerbangan Tetap Dilakukan Meski Cuaca Kurang Bersahabat

Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa sebelum terbang, pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG dan mengetahui adanya potensi cuaca kurang baik.

Namun, karena jadwal yang sangat padat—termasuk keharusan terbang ke Solo pada pukul 11.00 WITA—penerbangan tetap dilakukan.

Helikopter berangkat sekitar pukul 10.00 WITA, saat hujan gerimis mulai turun dan cuaca berubah menjadi mendung.

7. Berhasil Mendarat Selamat di Bandara Ngurah Rai

Berkat ketenangan dan pengalaman pilot, helikopter akhirnya berhasil keluar dari zona kabut dan mendarat dengan selamat di Bandara Ngurah Rai.

Raffi Ahmad dan rombongan menyampaikan apresiasi atas profesionalisme pilot yang dinilai menjadi faktor penentu keselamatan penerbangan. Pilot diketahui memiliki jam terbang tinggi dan pengalaman menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Insiden ini pun berakhir tanpa korban, meski sempat menimbulkan ketegangan baik di udara maupun di darat.

Reporter: Tsabita Aulia

Editor: Vania Rossa

Tag:  #insiden #udara #bali #kronologi #helikopter #raffi #ahmad #alami #gangguan #akibat #kabut #tebal

KOMENTAR