Menlu Sugiono: Dunia Menuju Fragmentasi, Kerja Sama Kian Transaksional
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono buka suara mengenai kehadiran atlet Israel yang akan mengikuti kejuaraan senam dunia 2025 di Jakarta di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)
13:58
14 Januari 2026

Menlu Sugiono: Dunia Menuju Fragmentasi, Kerja Sama Kian Transaksional

- Menteri Luar Negeri RI Sugiono menilai dunia bergerak menuju fragmentasi alias perpecahan dengan intensitas melebihi masa sebelumnya.

Selain negara, pihak non-negara seperti perusahaan besar, organisasi internasional, lembaga keuangan, hingga kelompok masyarakat juga punya pengaruh besar dalam menentukan arah dunia.

“Dan saat ini, dunia bergerak menuju kompetisi yang lebih tajam dan fragmentasi yang lebih dalam. Yang ditandai dengan interdependensi (kesalingtergantungan) ekonomi dan peran signifikan dari aktor non-negara,” kata Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 pada Rabu (14/1/2026).

Dalam pidatonya ini, Sugiono menyebut "a multiplex world order" yang berarti tidak ada satu aturan atau satu kekuatan tunggal yang mengatur dunia.

“Di mana beragam panggung kepentingan, aktor dominan, dan aturan main berjalan beriringan, dan kerja sama yang kian transaksional,” jelas dia.

Sekretaris Gerindra itu menyatakan, saat ini Indonesia hidup di rumah abu-abu yang berbahaya.

Sebab, batas antara perdamaian dan perang sangat tidak tegas.

“Ini adalah realitas yang kita hadapi bersama, dan bagi Indonesia semua ini membuat pilihan menjadi semakin jelas. Survival adalah soal memiliki ketahanan nasional yang kuat, disertai kapasitas untuk menentukan arah kita sendiri,” ucapnya.

Sugiono menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif tetap berlandaskan amanat konstitusi, yaitu melindungi seluruh bangsa Indonesia, menjaga kepentingan nasional, serta turut mewujudkan ketertiban dunia.

“Namun, dengan cara yang tidak bisa statis. Pertanyaannya bukan lagi berpihak ke mana, melainkan bagaimana memperkuat ketahanan nasional dan mampu menentukan arah sendiri,” tegas dia.

Dalam situasi tersebut, Sugiono menegaskan bahwa negara tanpa strategi akan terseret arus, sementara negara yang tidak memiliki ketahanan akan menjadi obyek.

“Dan Indonesia tentu saja tidak boleh berada di posisi itu. Kita harus melihat dunia apa adanya. Keras, kompetitif, dan semakin tidak terprediksi,” jelasnya.

Tag:  #menlu #sugiono #dunia #menuju #fragmentasi #kerja #sama #kian #transaksional

KOMENTAR