IPA Optimistis Hulu Migas Indonesia Prospektif, Target 1 Juta Barrel Masih Terbuka
- Indonesian Petroleum Association (IPA) meyakini industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional masih memiliki prospek yang menjanjikan, meski dihadapkan pada tantangan investasi global dan dorongan transisi energi.
Vice President IPA Ronald Gunawan mengatakan, ketahanan energi tetap menjadi agenda penting pemerintah dan pelaku industri.
Target produksi nasional sebesar 1 juta barrel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari disebut sebagai cita-cita besar yang bisa dicapai, asalkan didukung kebijakan yang tepat dan iklim investasi yang kondusif.
Baca juga: Impor Minyak Masih Tinggi, Pemerintah Kebut Reformasi Hulu Migas
"Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif. Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru," ujar Ronald dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, kunci untuk mengejar target tersebut ada pada percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas baru, sebab sebagian besar lapangan migas konvensional di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan saat ini mengalami penurunan produksi.
Di sisi lain, Ronald juga menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia mulai kembali tumbuh.
Menurut dia, kembalinya sejumlah perusahaan internasional serta munculnya pemain baru menjadi sinyal tumbuhnya kepercayaan terhadap stabilitas iklim investasi di Indonesia.
Meski begitu, Ronald mengingatkan bahwa investasi migas bersifat jangka panjang dan sangat bergantung pada kepastian aturan, stabilitas fiskal, serta jaminan keamanan.
"Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa stabilitas nasional, ketersediaan sumber daya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang baik. Tantangannya adalah menciptakan lingkungan usaha yang semakin kompetitif, termasuk penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi," jelas dia.
IPA pun terus mendorong agar revisi Undang-Undang Migas segera diselesaikan supaya lebih selaras dengan kondisi industri saat ini dan memberi kepastian hukum bagi investor.
Guna mendukung pengembangan sektor hulu migas, IPA akan menjadi wadah dialog kebijakan, berbagi gagasan, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan IPA Convex 2026.
Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani menyebut, penyelenggaraan IPA Convex ke-50 ini bukan sekadar perayaan perjalanan industri migas, tetapi juga momentum untuk menatap masa depan sektor energi Indonesia.
Gelaran yang bertajuk “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth” itu diharapkan bisa memberikan solusi bagi para pelaku industri sektor hulu migas untuk menghadapi berbagai tantangan masa kini, mulai dari investasi hingga transisi energi.
"Refleksi tanpa aksi hanya akan jadi nostalgia. Karena itu, IPA Convex 2026 dirancang untuk mendorong solusi nyata atas berbagai tantangan industri, mulai dari investasi, teknologi, sampai transisi energi," ujar Teresita.
Baca juga: Buka Rencana Akuisisi Blok Migas, RATU Masuk Tahap Negosiasi
Tag: #optimistis #hulu #migas #indonesia #prospektif #target #juta #barrel #masih #terbuka