Hadapi Cuaca Ekstrem, InJourney Perketat Pengawasan Secara Real Time
Direktur Utama InJourney, Muhammad Rizal Pahlevi(KIKI SAFITRI/ KOMPAS.COM)
21:16
27 Januari 2026

Hadapi Cuaca Ekstrem, InJourney Perketat Pengawasan Secara Real Time

- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) memperketat pengawasan operasional bandara secara real time untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama menjelang dan selama periode angkutan padat seperti Lebaran.

Direktur Utama InJourney, Muhammad Rizal Pahlevi, mengatakan InJourney Airport telah mengandalkan sistem Management Operation by Traffic (MOT) yang mampu memantau dan memprediksi kondisi operasional secara menyeluruh, tidak hanya di area bandara.

“InJourney Airport memiliki sistem MOT, Management Operation by Traffic, yang bisa memprediksi dan membaca secara real time kejadian-kejadian yang ada, tidak hanya di bandara, tetapi juga di jalan raya, jalan tol, angkutan darat, serta seluruh akomodasi yang datang dan pergi ke bandara,” ujar Rizal di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Cegah Virus Nipah Masuk RI, Ini Langkah InJourney

Selain MOT, InJourney juga mengoperasikan Airport Operation Control Center (AOCC) yang berfungsi sebagai pusat kendali terpadu.

AOCC menghadirkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ruangan yang beroperasi 24 jam nonstop.

“Di AOCC, seluruh stakeholder berada dalam satu room selama 24 jam. Ada maskapai, ground handling, bea cukai, imigrasi, hingga unsur keamanan. Semua bisa membaca kondisi secara real time, termasuk data dari BMKG,” jelasnya.

Menurut Rizal, koordinasi intensif antarinstansi memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, tidak hanya berdasarkan data terkini tetapi juga proyeksi cuaca dalam waktu dekat.

“Kami tidak hanya membaca data, tapi juga memprediksi apa yang akan terjadi satu hingga dua jam ke depan. Ini penting untuk mitigasi risiko dan menjaga kelancaran operasional,” tambahnya.

Ia menegaskan, sistem pemantauan dan evaluasi tersebut terus berjalan dan diperbarui secara berkala, sehingga pelayanan bandara pada angkutan Lebaran tahun ini diharapkan dapat dirasakan lebih baik oleh masyarakat.

“Evaluasi terus kami lakukan, sehingga angkutan Lebaran tahun ini diharapkan bisa lebih aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Rizal.

Sementara itu, dalam upaya mengantisipasi cuaca buruk, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga melakukan modifikasi cuaca.

BMKG memastikan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi terupdate terkait updating dari cuaca.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang di wilayah Jawa Barat (Jabar) yang diperkirakan terjadi pada periode 22-23 Januari 2026.

Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 4 meter sehingga berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, nelayan, dan wisata bahari di sejumlah perairan di Jawa Barat.

Baca juga: Banjir Rendam Rel Pekalongan, KAI Ajukan Rekayasa Cuaca

Tag:  #hadapi #cuaca #ekstrem #injourney #perketat #pengawasan #secara #real #time

KOMENTAR