Masih Nekat Pakai Ban Kedaluwarsa? Ini 9 Risiko Serius yang Bisa Mengancam Nyawamu
ILUSTRASI Perhatikan masa pakai ban, jangan sampai menggunakan ban kedaluwarsa. (Freepik)
23:04
26 Januari 2026

Masih Nekat Pakai Ban Kedaluwarsa? Ini 9 Risiko Serius yang Bisa Mengancam Nyawamu

 

- Banyak pengemudi fokus pada tampilan luar mobil atau performa mesin, tapi lupa satu komponen krusial yang langsung bersentuhan dengan jalan yakni ban. Padahal, ban yang sudah melewati masa pakainya diam-diam menyimpan banyak bahaya, meski secara visual masih terlihat “layak jalan”.

Masalahnya, ban kedaluwarsa sering kali tidak menunjukkan kerusakan mencolok. Namun di balik permukaannya, kualitas karet dan struktur ban sudah menurun drastis. Kalau dibiarkan, risikonya bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga keselamatan kamu dan pengguna jalan lain.

Berikut 9 bahaya memakai ban yang sudah kedaluwarsa pada kendaraan seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Kenyamanan Berkendara Menurun Drastis

Ban yang sudah kedaluwarsa biasanya kehilangan kelenturannya. Karet menjadi lebih keras akibat usia dan paparan panas dari aspal, rem, serta mesin. Kondisi ini membuat bantingan terasa kasar dan suara gesekan ban jadi lebih berisik, sehingga pengalaman berkendara terasa tidak nyaman, apalagi saat melintasi jalan rusak.

2. Daya Cengkeram Ban Jauh Berkurang

Seiring waktu, elastisitas karet ban akan menurun. Akibatnya, kemampuan ban untuk “menggigit” permukaan jalan tidak lagi optimal. Saat kamu mengerem atau berakselerasi, ban tidak bisa mencengkeram aspal dengan baik, sehingga risiko selip meningkat, terutama di kondisi jalan licin.

3. Risiko Ban Meletus Semakin Besar

Ban yang sudah berumur lebih rentan pecah, terlebih jika kamu melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa muatan berat. Kompon yang sudah kaku tidak mampu menahan tekanan udara secara stabil. Dalam kondisi ekstrem, ban bisa meletus tiba-tiba tanpa peringatan.

4. Traksi Mobil Menurun

Tapak ban yang aus dan mengeras akan mengurangi traksi secara signifikan. Mobil jadi lebih sulit dikendalikan, terutama saat menikung tajam atau melaju di jalan basah. Situasi ini jelas berbahaya karena dapat menyebabkan mobil kehilangan arah dalam waktu singkat.

5. Indikator Keausan (TWI) Tidak Bekerja Optimal

Ban modern dilengkapi Tread Wear Indicator (TWI) untuk membantu pengemudi mengetahui batas keausan ban. Namun pada ban yang sudah terlalu tua, kembang ban mengeras dan kehilangan fleksibilitas. Akibatnya, indikator ini tidak lagi mudah terbaca dan kondisinya jadi menyesatkan.

6. Konsumsi Bahan Bakar Jadi Lebih Boros

Ban kedaluwarsa cenderung mengalami perubahan tekanan yang tidak stabil. Mesin pun harus bekerja lebih keras untuk menjaga laju kendaraan. Efek sampingnya, konsumsi bahan bakar meningkat dan pengeluaran kamu untuk BBM jadi makin besar.

7. Risiko Aquaplaning Meningkat

Alur ban yang sudah kering dan kaku tidak mampu membuang air dengan efektif. Saat melintasi genangan, ban gagal menempel ke permukaan jalan dan mobil bisa terasa seperti mengapung. Dalam hitungan detik, kamu bisa kehilangan kendali penuh atas kendaraan.

8. Muncul Benjolan pada Ban

Karet yang menua lebih mudah rusak saat menerima benturan. Jika kamu menghantam lubang jalan dengan kecepatan tinggi, struktur ban bisa mengalami kerusakan internal yang memicu benjolan. Kondisi ini membuat mobil bergetar dan menimbulkan suara tidak normal saat melaju.

9. Struktur Ban Menjadi Rapuh dan Mudah Retak

Proses oksidasi membuat struktur ban menjadi keras dan mudah retak, bahkan di bagian dalam yang tidak terlihat. Retakan halus ini bisa berkembang menjadi kerusakan serius. Dalam tekanan tinggi atau benturan keras, ban berisiko pecah dan membahayakan keselamatan.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #masih #nekat #pakai #kedaluwarsa #risiko #serius #yang #bisa #mengancam #nyawamu

KOMENTAR