Saat Rocky Gerung Ngaku Nikmati Pidato Megawati di Rakernas PDI-P
- Pengamat politik dan aktivis, Rocky Gerung mengaku menikmati pidato Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Rocky menilai pidato Megawati berbeda dari ekspektasi banyak pihak yang menunggu pernyataan politik praktis.
Menurut dia, Megawati justru menempatkan isu kemanusiaan, lingkungan, dan persahabatan antarmanusia sebagai pokok pembahasan utama.
“Ada hal yang unik tadi, bahwa Anda pasti menunggu Ibu Megawati ucapkan pidato politik atau isu politik, tapi beliau menganggap ada yang lebih penting itu soal kemanusiaan, soal lingkungan, soal persahabatan," kata Rocky, ditemui di lokasi Rakernas, Sabtu.
"Ini saya menikmati kemampuan Ibu Megawati untuk mengambil isu yang betul-betul menjadi isu milenial hari-hari ini," tambahnya.
Ia mengatakan, Megawati membuka pidatonya dengan membahas politik global, termasuk situasi di Venezuela dan prinsip kedaulatan negara.
“Beliau mulai dengan program global politics soal Venezuela, soal hak untuk mempertahankan kemerdekaan, soal terlarangnya satu negara adikuasa mengambil alih, mencaplok, memimpin dari sebuah negara yang berbeda," jelasnya.
Menurut Rocky, sikap tersebut menunjukkan pemahaman Megawati terhadap dinamika politik global dan konsistensi Indonesia dalam menentang imperialisme.
Selain isu geopolitik, Rocky menyoroti penekanan Megawati pada persoalan perubahan iklim dan etika lingkungan.
Ia menilai isu tersebut disampaikan secara tajam dan melampaui pendekatan teknis semata.
“Yang kedua, ada isu yang betul-betul tajam sekali itu soal climate change, soal climate strike, soal keinginan negeri ini untuk menjadi pelopor perlindungan-pelindungan hidup. Dan itu sangat relevan," urai dia.
Rocky menambahkan, pidato Megawati juga menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan sebagai fondasi peradaban.
Menurut dia, pesan tersebut dibenamkan sebagai tugas ideologis kader PDI-P.
“Dan yang terakhir, yang paling penting adalah pentingnya human solidarity. Persahabatan antara manusia. Dan itu dibenamkan sebagai tugas dari kader-kader PDI-P," ujarnya.
Meski tidak disampaikan secara eksplisit sebagai pidato politik praktis, Rocky menilai pesan-pesan Megawati sarat dengan kepentingan politik yang lebih luas, terutama bagi generasi muda.
“Jadi, batin beliau itu bersih, dia lega untuk mengucapkan sesuatu yang ditahan-tahan oleh publik, akhirnya Mega melepaskan. 'Saya, Megawati, mengerti tentang keadaan. Saya paham tentang politik, tapi politik itu urusan ke kanan, ada urusan yang lebih penting, yaitu tertib dunia internasional yang dikotori oleh Donald Trump, Amerika, dan arogansi-nya," ungkap Rocky.
Tag: #saat #rocky #gerung #ngaku #nikmati #pidato #megawati #rakernas