PDI-P Peringati HUT ke-53 dan Gelar Rakernas Hari Ini, Bakal Bahas Apa?
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara pembukaan Rakernas V PDI-P di Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024).(Dokumentasi/PDI Perjuangan)
06:06
10 Januari 2026

PDI-P Peringati HUT ke-53 dan Gelar Rakernas Hari Ini, Bakal Bahas Apa?

- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 sekaligus rapat kerja nasional (Rakernas) pada hari ini, Sabtu (10/1/2026), hingga Senin (12/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Beach City International Stadium Ancol (BCIA), Jakarta.

Forum Rakernas ini menjadi ajang konsolidasi nasional partai sekaligus pembahasan berbagai isu strategis yang dinilai krusial di awal tahun 2026.

Sejumlah persoalan, mulai dari krisis ekologis, mekanisme pemilihan kepala daerah, hingga sikap politik partai terhadap isu nasional dan global, akan menjadi agenda utama.

Lantas apa saja yang bakal dibahas dalam Rakernas PDI-P kali ini?

Isu kerusakan lingkungan

Salah satu topik utama yang akan dibahas dalam Rakernas PDI-P adalah persoalan kerusakan lingkungan.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menilai, krisis ekologis telah menjadi pemicu berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Maka kebijakan ekologis dari hulu ke hilir itu nanti akan menjadi bagian dari pembahasan di dalam rapat kerja nasional PDI Perjuangan 10 sampai 12 Januari yang akan datang," ujar Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).

Menurut Hasto, PDI-P menerima banyak masukan terkait pentingnya penetapan status bencana nasional atas banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami menerima masukan-masukan tentang pentingnya status bencana nasional ini. Karena di situ juga akan menggugah kesadaran kita bahwa bencana ini diawali dari kerusakan ekologis akibat suatu kebijakan-kebijakan untuk mengkonversi hutan," kata Hasto.

Sebagai tindak lanjut, PDI-P akan memberi perhatian khusus pada isu moratorium serta perlindungan lingkungan hidup dalam Rakernas.

Bahkan, partai banteng moncong putih ini berencana membentuk subkomisi khusus yang secara khusus membahas persoalan ekologi.

“Di dalam Rakernas nanti kami membentuk subkomisi tentang ekologi, tentang lingkungan. Karena Ibu Mega juga telah diwawancarai secara luas, beliau juga bertemu dengan mantan Wakil Presiden Albert Arnold Gore Jr, Amerika Serikat tentang pentingnya menjaga kelestarian ini," ungkap Hasto.

Pilkada via DPRD

Selain isu lingkungan, Rakernas PDI-P juga akan menyinggung wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilakukan melalui DPRD.

Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira mengatakan, isu tersebut menjadi perhatian publik dan juga banyak disuarakan oleh kader di daerah.

“Karena ini juga menjadi perhatian dan dari daerah juga banyak yang menyuarakan biasanya teman-teman daerah akan juga menyuarakan itu rapat kerja," ungkap Andreas, kepada Kompas.com, Rabu (7/12/2025).

Namun, Andreas menegaskan bahwa sikap resmi PDI-P terkait wacana pilkada melalui DPRD masih menunggu hasil keputusan Rakernas.

“(Sikap partai disampaikan) Kalau menjadi keputusan Rakernas," kata Andreas singkat.

Sikap politik PDI-P

Hasto menjelaskan, Rakernas ini juga digelar untuk berkonsolidasi sekaligus menetapkan sikap politik partai terhadap berbagai isu strategis, baik nasional maupun global.

“Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai," ujar Hasto dalam keterangan resminya, Jumat (9/1/2026).

Hasto menekankan bahwa melalui forum Rakernas ini, PDI-P ingin menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang yang mengedepankan kerja nyata di tengah masyarakat.

“PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,” ucap Hasto.

Tema dan peserta rakernas

Rakernas PDI-P kali ini mengusung tema besar “Satyam Eva Jayate”, dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk selama-lamanya”.

Menurut Hasto, tema tersebut mengandung pesan moral agar partai tetap berani bersikap kritis sebagai bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.

“Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman, menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik," kata Hasto.

Agenda kegiatan dimulai dengan pembukaan perayaan HUT ke-53 PDI-P pada hari ini.

Setelah itu, Rakernas akan berlangsung hingga Senin (12/1/2026).

Rakernas ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan daerah, mulai dari ketua, sekretaris, dan bendahara partai tingkat provinsi serta kabupaten/kota, anggota DPR RI Fraksi PDI-P, anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota, hingga kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI-P.

“Rakernas ini menindaklanjuti hasil Kongres ke-VI PDIP yang dilaksanakan Agustus 2025 lalu,” ujar Hasto.

Tag:  #peringati #gelar #rakernas #hari #bakal #bahas

KOMENTAR