Menag Nasaruddin Umar: Keluarga Rusak Bisa Buat Negara Hancur
(Dari kiri) Pendiri & Pemimpin Yayasan Pelita Harapan James Riady, Wamen Diktisaintek Stella Christie, Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menag RI Nasaruddin Umar. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
23:32
3 Januari 2026

Menag Nasaruddin Umar: Keluarga Rusak Bisa Buat Negara Hancur

- Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie menghadiri Seminar Natal Nasional di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta, Sabtu (3/1).

Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 yang juga menjabat sebagai Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, seminar ini bukan sekadar diskusi biasa. 

"Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh," ujar Maruarar di lokasi.

Ia mengungkapkan, campur tangan Tuhan adalah kunci dalam setiap dinamika rumah tangga.

"Saya hanya percaya satu jawabannya, sesuai dengan tema Natal Nasional 2025 kali ini, Allah Hadir untuk Menyelamatkan keluarga. Dalam setiap persoalan keluarga, Allah hadir untuk menyelamatkan," tegasnya.

Menag Nasaruddin Umar: Negara Kuat Berawal dari Keluarga

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, turut memberikan paparan tajam mengenai kondisi sosial saat ini. Ia menyoroti tingginya angka perceraian yang berdampak langsung pada masa depan generasi muda.

"Tidak mungkin kita memiliki negara yang ideal kalau terdiri dari keluarga yang berantakan. Keluarga merupakan pondasi kekuatan bangsa dan negara," ungkap Menag.

Menag juga memaparkan fakta miris bahwa 90% anak-anak yang terjerat narkoba berasal dari keluarga yang tidak utuh atau broken home. Jika keluarga rusak, maka ketahanan negara pun dipertaruhkan.

Senada dengan hal tersebut, Wamen Diktisainstek Stella Christie menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Solusinya bisa dimulai dari meja makan yang bebas dari gadget.

"Refleksi saya sederhana, ayolah makan bersama dan berbicara waktu makan bersama anak-anak," tutur Stella Christie.

Aksi Nyata: Bantuan Pendidikan hingga Ambulans

Tak hanya seminar, Panitia Natal Nasional 2025 juga menunjukkan aksi solidaritas lintas agama yang luar biasa. Berbagai bantuan telah disiapkan untuk masyarakat, antara lain:

- Beasiswa Pendidikan: Rp10 Miliar untuk 10 wilayah (Papua hingga Nias), yang menariknya, dana ini dikumpulkan oleh saudara-saudara umat Muslim.

- Sembako: 20.000 paket bantuan dari umat Buddha untuk masyarakat yang membutuhkan.

- Kesehatan: 35 unit ambulans dari Astra dan 1.000 kursi roda.

- Infrastruktur & Rumah Ibadah: Renovasi 100 gereja senilai Rp10 Miliar dari James Riady dan pembangunan jembatan gantung di Papua Pegunungan.

Rangkaian kegiatan yang telah menyambangi Bandung, Medan, Manado, hingga Merauke ini akan mencapai puncaknya pada perayaan Natal Nasional, 5 Januari 2026, di Tennis Indoor Senayan, dan ditutup secara resmi pada 29 Januari 2026 di Universitas Pelita Harapan.

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #menag #nasaruddin #umar #keluarga #rusak #bisa #buat #negara #hancur

KOMENTAR